|
MONITORING TEAM
SECURITY
Keamanan Tim Monitoring
Reference:
Referensi
A. Provision of Security to Monitoring Mission
Personnel dated 14 Dec 2002
Persyaratan Keamanan untuk Anggota Misi Monitoring
tanggal 14 Desember 2002
1. There is considerable concern within all 3
parties of the JSC about how to provide security to
the monitoring teams whilst they are deployed on the
ground. Reference A explains the INGO concept of
security based on acceptance, deterrence and
protection. This is the security concept for the
mission and therefore all security measures should be
based on this concept.
Ada pertimbangan yang menyangkut dengan ke tiga pihak
dari JSC tentang bagaimana mempersiapkan keamanan
untuk tim-tim monitoring ketika mereka disebarkan
dilapangan. Referensi A menjelaskan konsep INGO
tentang keamanan berdasarkan penerimaan, pencegahan
dan perlindungan. Ini adalah konsep keamanan untuk
misi dan dengan demikian semua tindakan keamanan
harusnya berdasarkan konsep ini.
2. The Status of Mission Agreement states that “the
GOI is responsible for the protection and security
arrangements of all the HAMM personnel….” This
document therefore aims to provide a more detailed
analysis of how the GOI could provide this security
protection whilst maintaining the acceptance level for
the Monitoring teams.
Status dari Persetujuan Misi1 menyatakan bahwa “ GOI
bertanggung jawab atas pengaturan perlindungan dan
keamanan semua anggota HAMM…”. Dengan demikian dokumen
ini bertujuan untuk memberikan analisa yang lebih
rinci tentang bagaimana GOI dapat menyediakan
perlindungan keamanan saat mempertahankan pada level
penerimaan untuk tim monitoring.
LIAISON
PENGHUBUNG
3. The primary method of maintaining the security
of the monitors is through liaison with both parties.
It is essential that the monitors coordinate all their
tasks and activities with the commanders from both
parties in their areas of responsibility to ensure
that all RI and GAM personnel are aware of JSC
monitoring teams daily activity.
Metode utama dari pemeliharaan keamanan monitor adalah
melalui penghubung dengan kedua belah pihak. Adalah
penting bahwa tim monitor mengkoordinasi tugas-tugas
mereka dan kegiatan mereka dengan komandan-komandan
dari kedua pihak tersebut di wilayah tanggung jawabnya
untuk memastikan bahwa semua anggota RI dan GAM
menyadari kegiatan harian tim monitoring JSC.
Prevent any misunderstanding or confusion about
monitoring activity. A diagram of how this might be
conducted for an incident is at Annex A.
Ini bisa mencegah salah pengertian dan kekeliruan
tentang kegiatan monitoring. Diagram tentang bagaimana
ini mungkin dilaksanakan dalam satu insiden dapat
dilihat pada lampiran A.
4. It is recommended that the Liaison from both
parties are allocated to each military and police unit
and GAM, responsible for liaising with the District
Monitoring teams and for ensuring that all personnel
within their units are fully informed of the
monitoring team activities within their units Area of
Responsibility.
Direkomendasikan bahwa Penghubung dari kedua belah
pihak dialokasikan untuk setiap anggota militer, unit
polisi, dan GAM, bertanggung jawab untuk berhubungan
dengan Tim Monitoring Kabupaten dan untuk memastikan
bahwa semua anggota yang berada dalam unit mereka
telah sepenuhnya diinformasikan tentang kegiatan tim
monitoring yang berada dalam unit-unit wilayah
tanggung jawab mereka.
USE OF POLICE
PENGGUNAAN POLISI
5. The RI police have the authority within COHA to
continue with policing operations in order to maintain
law and order in Aceh with the number of personnel in
standard operation of police patrolling. It will often
be the case that the police will have investigated an
incident prior to arrival of the monitoring team for
any incident which is not related to the conflict
between TNI/POLRI and GAM. Therefore it is recommended
that monitoring team should coordinate with the police
about the security matters, especially in the
conducting mechanism of the monitoring team duties
(including times and locations, if it is necessary.
Polisi RI mempunyai wewenang dalam COHA untuk
melanjutkan operasi-operasi ketertiban untuk
menegakkan hukum dan ketertiban di Aceh dengan jumlah
personil yang standar operasi patroli polisi. Ini akan
sering menjadi kasus dimana polisi telah
menginvestigasi insiden terlebih dahulu sebelum
kedatangan tim monitoring untuk insiden-insiden yang
tidak berkaitan dengan konflik antara TNI/POLRI dan
GAM. Dengan demikian direkomendasikan bahwa tim
monitoring perlu mengkoordinasikan dengan kepolisian
tentang masalah-masalah keamanan, khususnya dalam
pelaksanaan tugas-tugas tim monitoring (termasuk waktu
dan lokasi), jika diperlukan.
6. The monitoring team can then proceed to the
incident location alone or guided if it is
necessarily. This procedure serves several purposes:
Tim monitoring bisa meneruskan ke lokasi insiden
secara sendiri atau dipandu apabila diperlukan.
Prosedur ini meliputi beberapa tujuan:
6.1 The police can ensure that the situation
has calmed so that there is no danger to the
monitoring teams.
Polisi bisa memastikan bahwa situasi telah tenang
sehingga tidak ada bahaya bagi tim monitoring.
6.2 The police are sufficiently far away that
they are not judged to be interfering with the
monitoring team investigation. This ensures the
acceptability of the mission.
Polisi berada cukup jauh dimana mereka tidak dinilai
untuk mencampuri tim investigasi monitoring. Ini
memastikan misi dapat diterima.
6.3 If the police can not control the security
situation in an area, the JSC committee will discuss
how to create adequate security for the monitoring
team in conducting their duties in the area.
Seandainya polisi tidak dapat mengontrol situasi
keamanan di suatu daerah, komite JSC akan
mendiskusikan tentang bagaimana menciptakan situasi
keamanan yang cukup baik bagi tim monitoring dalam
melaksanakan tugas-tugasnya di daerah tersebut.
MEDICAL EVACUATION UNIT (MEU)
UNIT EVAKUASI MEDIS
7. The GOI may wish to consider the provision of a
number of Medical Evacuation Unit (MEU) dedicated to
the HAMM. These MEUs should be deployable by
helicopter or by land to enable a quick reaction to
any medical emergency. It is recommended that there
are three such MEUs; one in Great Aceh, one in North
Aceh and one in West Aceh to ensure sufficient
reaction times to the whole Aceh. These MEUs should
only be equipped with sufficient weapons to enable the
protection of a monitoring team from an aggressor. The
movement of MEU must be based on the requesting
assistances by the Monitoring Teams or JSC. And the
Medical Evacuation Unit should not move based on their
own initiatives.
GOI mungkin ingin mempertimbangkan persyaratan dari
sejumlah Unit Evakuasi Medis (MEU) yang diberikan
tugas untuk HAMM. MEU ini sebaiknya disebarkan dengan
helikopter atau melalui darat untuk memungkinkan suatu
reaksi yang cepat terhadap setiap keadaan darurat
medis. Direkomendasikan bahwa ada tiga MEU; satu di
Aceh Besar, satu di Aceh Utara dan satu di Aceh Barat
untuk memastikan waktu reaksi yang cukup untuk
keseluruhan Aceh. MEU ini harusnya dilengkapi dengan
senjata-senjata yang cukup untuk memungkinkan
perlindungan bagi tim monitoring dari penyerangan.
Pergerakan MEU harus dengan permintaan tim monitoring,
atau JSC. Dan MEU tidak boleh bergerak atas inisiatif
sendiri.
BEACONRY
(RAMBU)
8. The monitoring team vehicles could be equipped
with electronic beacons either as an independent
system or as part of the communications system. The
beacons would be satellite based systems and would
give the Mission HQ a constant readout of the
locations of all monitoring teams. This would enable a
quick reaction to any incident involving monitoring
teams.
Kendaraan tim monitoring dapat dilengkapi dengan
rambu-rambu elektronik baik sebagai sistem yang
independen atau sebagai bagian dari sistem komunikasi.
Rambu-rambu tersebut berdasarkan sistem satelit dan
akan memberikan misi HQ yang membaca lokasi-lokasi
dari semua tim-tim monitoring. Hal ini akan
memungkinkan reaksi yang cepat terhadap beberapa
insiden yang melibatkan tim monitoring.
Monitoring team is not allowed to conduct the
investigation during the night for the security
reasons except when they are given the authority by
the JSC.
Tim monitoring tidak diijinkan untuk melakukan
investigasi pada malam hari karena alasan keamanan
kecuali jika diberi wewenang oleh JSC.
SUMMARY
KESIMPULAN
9. The GOI is responsible for the provision of
protection and security to the HAMM and therefore must
have an active involvement in the provision of
security. However, this must fit in with the profile
and context of the mission so that both parties and
the wider population are reassured that the monitoring
mission is both tri-partite and unbiased. The measures
outlined above aim to provide these security measures
within the context and are flexible depending on the
security situation and Alert State.
GOI bertanggung jawab terhadap perlengkapan
perlindungan dan keamanan terhadap HAMM dan dengan
demikian harus aktif terlibat dalam perlengkapan
keamanan. Bagaimanapun, ini harus sesuai dengan profil
dan konteks dari misi sehingga kedua belah pihak dan
masyarakat yang lebih luas dapat diyakinkan bahwa misi
monitoring adalah tripartit dan tidak bias. Uraian
standar diatas bertujuan untuk memberikan ukuran
keamanan ini dalam konteks dan flexibel tergantung
dari situasi keamanan dan tanda bahaya.
This document will be reviewed regularly if needed.
Dokumen ini akan di review (dikaji ulang) secara
regular jika diperlukan.
Checked and Approved by:
Telah diperiksa dan disetujui oleh:
|