FeedbackSubscribeRelated LinksContact Us
 
      PROSES PERDAMAIAN
 
 

 Aceh-Eye Proses Perdamaian Kesepakatan Damai Laporan Media..
    LAPORAN MEDIA
Norwegia Menghargai Proses Perdamaian di Aceh

Harian Waspada
Wednesday, 24 November, 2009

BANDA ACEH: Pemerintah Norwegia menghargai proses perdamaian yang telah berjalan di Provinsi Aceh, dibawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Lima tahun lalu, situasi di Aceh dilanda konflik, tapi kini konflik sudah berakhir dengan adanya perdamain dan rekonsiliasi. Kami menghargai proses perdamaian ini," kata Menteri Pelayanan Kemanusiaan dan Perlindungan Lingkungan Norwegia, Erik Solheim, di Banda Aceh, malam ini.

Hal itu disampaikannya pada peresmian Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Aceh. RSJ tersebut merupakan bantuan dari masyarakat melalui Palang Merah Norwegia.

Proses perdamaian di Aceh terjalin setelah pemerintah dan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

MoU tersebut sebagai upaya bersama untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung puluhan tahun dan mengakibatkan korban jiwa yang cukup besar di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Palang Merah Norwegia membantu melakukan rehabilitasi dan pembangunan fasilitas gedung Rumah Sakit Jiwa (RSJ), senilai sekitar Rp15 miliar. RSJ tersebut merupakan salah satu bentuk bantuan kemanusiaan Norwegia pascatsunami 26 Desember 2004.

Dijelaskan, tsunami di Aceh merupakan salah satu bencana alam dahsyat di belahan bumi yang berdampak sekitar 200 ribu orang meninggal dunia dan hilang. Pascatsunami dilakukan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.

"Proses rehabilitasi dan rekonstruksi hebat dilakukan berbagai pihak di Aceh," tambahnya.

Sekretaris Palang Merah Norwegia, Borge Brende, menyatakan hampir lima tahun terakhir, palang merah negaranya telah berpartisipasi aktif dalam membangun kembali Aceh pascatsunami. Bantuan itu antara lain rumah permanen untuk korban tsunami, fasilitas kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Ditambahkan, Aceh merupakan salah satu daerah rawan bencana alam di Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya juga fokus terhadap kesiap-siagaan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana alam.

"Kegiatan kemanusiaan kami di Aceh yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) sudah hampir selesai. Kami menyatakan terima kasih kepada semua pihak, terutama mereka yang telah membantu kegiatan Palang Merah Norwegia," katanya.

 
 
  Copyright © 2012. aceh-eye.org all rights reserved. Pendapat dan saran silahkan kirim email kepada: programmes@eyeonaceh.org