|
Sumber: Polda Aceh, 31 Desember, 2003
Kapolda NAD Inspektur Jenderal Polisi Bahrumsyah
Kasman
Menurut catatan Kepolisian Daerah (Polda) Nanggroe
Aceh Darussalam (NAD) yang dikemukakan oleh, selain
korban yang tewas (ada 12 warga sipil tewas pada malam
tersebut karena bom di ketika menyambut tahun baru di
Peureulak Aceh Timur) pada malam Tahun Baru tersebut,
470 warga sipil
meninggal akibat konflik selama pemberlakuan darurat
militer sejak 19 Mei 2003. Korban tersebut adalah
kalangan sipil, bukan personel GAM.
470 warga sipil tewas selama diberlakukan darurat
militer di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)
sejak 19 Mei hingga 31 Desember lalu, ungkap TNI/Polri
yang tewas 76 jiwa terdiri atas 50 tentara dan 26
polisi karena ditembak oleh GAM.
GAMtewas 580, menahan 290 GAM, 30 orang di antaranya
menyerahkan diri sejak diberlakukan operasi Tegak
Rencong I pertengahan Mei-November 2003, ada 1.119
kasus, operasi Tegak Rencong II 19 November-31
Desember 2003 ada 99 kasus.
Selama DM ada 232 kontak tembak, 247 pembunuhan, 175
penembakan, 144 pembakaran dan 83 penculikan.
Menyerang markas komando 36 kali, 26 peledakan, 25
pembakaran kendaraan, dan perampasan KTP 27 kasus.
Berkas perkara yang telah selesai disidik polisi,
1.220 perkara telah diajukan ke penuntut umum dengan
1.250 tersangka. Dari jumlah itu berita acara
pemeriksaan yang dinyatakan sudah lengkap 1.025 kasus
dengan 1.064 tersangka, sedangkan perkara yang telah
divonis mencapai 546 perkara.
Menyita 301 pucuk senjata berbagai jenis, 17.225 butir
amunisi, 43 butir granat/bom, 83 unit alat komunikasi,
130 unit kendaraan bermotor roda dua, dan 16 unit roda
empat, paparnya.
Kekuatan GAM sekarang 2.452 orang,dengan senjata api
2.678 pucuk.
Komnas HAMmencatat, selama operasi militer tahap
pertama, 319 warga sipil tewas, 117 orang luka-luka,
108 orang hilang. Puluhan ribu orang mengungsi, dan
sekitar 600 gedung sekolah dan rumah pendudukdibakar.
Atas dasar data ini, anggota Komnas HAM Zoemrotin K.
Soesilo menyatakan,
lembaganya menolak perpanjangan darurat militer.Bagi
Komnas HAM, kebijakan itu lebih banyak dampak buruk
ketimbang manfaatnya.
Jumlah korban dari kalangan masyarakat sipil juga
semakin meningkat. Komnas HAM mencatat, jumlah warga
sipil yang tewas sebanyak 319 orang, 140 orang
mengalami luka-luka, 151 orang hilang dan 600 sekolah
terbakar. Korban dari pihak GAM, baik yang tewas,
cedera, atau hilang, sebanyak
lebih 900 orang sedangkan 66 anggota TNI meninggal. |