|
Banda Aceh, 12 juni, 2003
Sebenarnya kami juga enggak ngerti-ngerti benar dengan
kondisi pengungsi secara keeluruhan yang berada di
aceh karena sulitnya untuk turun dan melakukan
investigasi serta pendampingan ke setiap camp
pengungsi yang ada di aceh saat ini, namun kalau
kondisi masyarakat yang mengungsi secara umum atau
garis besarnya aja kawan-kawan masih bisa mendapatkan
dari informasi – informasi yang berkembang di
masyarakat sekitar camp itu sendiri. Jadi aku mohon
maaf kalau enggak bisa nyajiin informasi yang lengkap
ke kalian.
Sampai dengan tanggal 2 juni 2003 data pengungsi yang
masuk ke PCC aceh sekitar 30-an ribu namun yang
sedikit agak valid 7.989 kk,29.631 jiwa yang tersebar
di 28 titik pengungsian tapi menurut kawan-kawan yang
ada di daerah jumlah pengungsi saat ini mencapai
jumlah 35 ribuan lebih.
Pengungsi yang ada sekarang rata-rata kesulitan pangan
dan obat-obatan hal ini dikarenakan tidak
dimamfaatkannya titik pengungsian yang sudah di
tetapkan oleh pemerintah serta penguasa darurat
militer di aceh oleh masyarakat yang mengungsi, ada
beberapa penyebab mengapa masyarakat tidak
memamfaatkan titik pengungsian yang telah di sediakan
oleh pemerintah dan penguasa darurat militer daerah (PDMD),
yang pertama, karena lokasi yang di tentukan terlalu
jauh dengan masyarakat yang melakukan pengungsian
sehingga tidak terjangkau, yang kedua, karena
pengungsian itu pada prinsipnya spontanitas sehingga
masyarakat cendrung memilih lokasi yang menurut mereka
lebih aman dan mudah utuk di jangkau dan yang ketiga
mungkin lebih disebabkan karena trauma dengan yang
namanya militer baik itu GAM ataupun TNI/Polri
sedangkan titik pengungsian yang ditetapkan oleh
pemerintah dan PDMD cendrung di jaga keamanannya oleh
militer (TNI/Polri).
Kalau mengenai anak-anak di camp, secara otomatis
anak-anak tersebut tidak sekolah lagi di samping
sekolah banyak yang di bakar juga tidak ada yang
mengurus untuk anak-anak agar dapat bersekolah lagi
karena kebiasaan di camp pengungsian yang mengurus
sekolah anak-anak adalah lembaga atau yayasan yang
mendampingi pengungsi tersebut atau minimal mereka
menyelenggarakan pendidikan alternatif di camp, tapi
saat ini hampir semua NGO atau LSM tidak bisa
mendampingi pengungsian secara intensif sehingga hal
ini berdampak pada pendidikan anak-anak tersebut di
camp.
Untuk kesehatan, kebanyakan camp pengungsian yang ada
tidak memiliki tim medis yang menangani keehatan
mereka paling-paling warga pengungsi harus ke
puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan namun kendalanya lagi hampir semua camp
jaraknya agak lumayan jauh dengan camp pengungsian
ditambah lagi dengan kondisi keamanan yang buruk
menyebabkan masyarakat takut untuk keluar dari camp
pengungsian terlebih lagi kalau dimalam hari sedangkan
dari hasil pengalaman selama di camp pengungsian
masyarakat yang sakit lebih banyak di malam hari.
Selain tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang
baik,pengungsi juga sangat kekurangan sarana sanitasi
yang baik seperti sarana MCK ( mandi,cuci,kakus ) yang
ini juga dapat menjadi salah satu sumber penyebab
penyakit di camp pengungsian serta tidak adanya
makanan tambahan untuk menjaga kondisi gizi warga di
camp pengungsian hal ini sangat berpengaruh terhadap
kondisi kesehatan bayi,balita,anak usia sekolah,ibu
hamil,ibu menyusui serta lansia. |