|
Serambi Indonesia
Senin, 15 September, 2008
LHOKSUKON: Aminah Shaleh (80), warga Meunasah Lueng
Bata Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, yang sudah 30
tahun hidup menjanda butuh rumah bantuan. Pasalnya,
rumah peninggalan almarhum suaminya yang beratap
rumbiya dan berdinding tepas kini tidak layak huni
lagi. Bahkan, kalau hujan seluruh isi rumah ikut basah,
dan kalau angin kencang Aminah harus pindah ke rumah
anaknya.
Aminah kepada Serambi Sabtu (13/9) mengaku, dalam
beberapa tahun ini ia sakit-sakitan, sehingga ia lebih
banyak berbaring. Padahal sebelum sakit, ia masih
mampu menganyam tikar, kemudian hasilnya di jual untuk
biaya hidupnya. Namun karena sakit, pekerjaan itu
tidak bisa dilakukan lagi.
Hal senada juga dilontarkan Ismail, menantu Aminah.
Kepada Serambi Ismail mengatakan, selama ini ia
menanggung kebutuhan mertuanya yang sudah
sakit-sakitan. Namun, lanjut Ismail, diirnya juga
tidak mampu memberi secara berlebihan kepada ibu
mertuanya, karena kondisi ekonomi juga pas-pasan.
“Sekitar dua tahun lalu, pihak BRR sudah mendata
jumlah duafa di desa itu untuk diberi bantuan berupa
rumah dhuafa. Namun sampai sekarang belum ada
realisasinya. Selain itu pihak terkait sudah tiga kali
melakukan pendataan dan foto rumah, namun hasilnya
tetap nihil,” ujar ismail.(c37) |