|
Serambi Indonesia
Jum'at, 28 November, 2008
MEULABOH: Personel Polres Aceh Barat, Rabu (26/11),
berhasil membongkar ladang atau lokasi besar yang
selama ini merupakan sumber kayu ilegal di Kecamatan
Panton Rue. Dalam operasi Rimba Raya polisi berhasil
mengamankan 168 balok dan menahan seorang warga
setempat yang diduga juga sebagai pemilik di antara
kayu ilegal tersebut.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Linggo Wijnarko melalui
Kasat Reskrim, AKP Deni Saputra kepada Serambi,
kemarin mengatakan, ditemukan lokasi kayu ilegal
berdasarkan laporan masyarakat bahwa ada pemasok kayu
ditengah-tengah masyarakat. “Untuk kepemilikan kayu
itu masih kita selidiki, namun satu warga sudah kita
amankan,” kata Deni.
Menurutnya, operasi yang dilancarkan berhasil
menemukan kayu ilegal pada dua titik di aliran sungai
Balai Tuha Kecamatan Panton Rue atau pada jalan lintas
Meulaboh-Tutut. Kayu yang diamankan jenis balok tim
sebanyak 113 batang dan kayu balok ukuran kosen
sebanyak 55 batang. Barang bukti kini sudah diletakkan
di halaman Mapolsek Johan Pahlawan sebagai barang
bukti.
Pihaknya masih terus mengejar pelaku kepemilikan kayu.
Informasi beredar kepemilikannya banyak dan dari hasil
pengembangan sementara baru satu warga ditahan yang
diduga juga merupakan pemilik kayu dimaksud sebanyak
13 batang. Sedangkan pemiliknya lain masih belum
diketahui dan kini masih diusut guna ditangkap pemilik
kayu ilegal tersebut. “Dari keterangan sementara kita
terima bahwa pemilik kayu ilegal itu banyak,” ujar
Deni.
Kasat Reskrim Polres Aceh Barat juga menambahkan
pihaknya akan terus mengejar pelaku kayu ilegal
melalui operasi Rimba Raya ini sehingga peredaraan
kayu ilegal di Aceh Barat dapat dimusnahkan, sebab
aksi ilegal logging yang dirugikan adalah masyarakat
karena menyebabkan hutan gundul.
Sementara itu Kapolres melalui Kasat Reskrim juga
menyebutkan pihaknya juga sudah memasukan, RJ, seorang
warga Meutulang Kecamatan Panton Rue, Aceh Barat yang
diduga terlibat kepemilikan kayu ilegal yang ditangkap
dua hari lalu di Kecamatan Panton Rue jenis balok tim
dan olahan. “Pelaku itu kini sedang kita kejar guna
ditangkap,” kata Deni.(riz) |