|
Serambi Indonesia
Selasa, 28 Oktober, 2008
BANDA ACEH: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Sayed
Fuad Zakaria, mengakui jeda tebang (moratorium loging)
yang digelorakan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sangat
baik. Meski sudah ada aturan, tetapi realisasi di
lapangan harus diawasi secara ketat sehingga program
ini berjalan sesuai rencana.
Kepada Serambi, Minggu (26/10), Sayed Fuad menilai,
moratorium loging harus diawasi secara ketat. Selama
ini yang terjadi di lapangan, pengawasan belum optimal
sehingga banyak terjadi pelanggaran. Begitupun, kasus
ilegal loging yang terjadi pasca moratorium loging
tidak terlepas dari multi tafsir yang terjadi di
lapangan serta meningkatkanya kebutuhan kayu untuk
pembangunan. Selain itu, aturan jeda tebang yang
dibuat harus ada pengecualian sehingga tidak
disamaratakan.
Misal ujar Sayed, terhadap penggunaan kayu untuk
keperluan pembangunan masyarakat harus ada
penjabarannya. Begitupun terhadap warga yang memotong
kayu yang berada di kebunnya sendiri tidak dimaksukkan
dalam jeda tebang. Selama ini yang terjadi di lapangan
sebaliknya dan malah warga yang memotong kayu sendiri
di tangkap serta dimasukkan dalam aturan moratorium
logging.
Agar program mulia ini berjalan maksimal, maka harus
dibuat penjabaran aturan mana kayu yang boleh dipotong
dan mana yang tidak. Kalau hal ini dilakukan maka
ilegal loging bisa diminimalisir serta implementasi di
lapangan berjalan sesuai rencana.(swa) |