|
Press Statement
Adam Ereli, Deputy Spokesman
Washington, DC
March 5, 2004
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan sangat prihatin
dengan penangkapan terhadap aktifis anti-kekerasan
Aceh baru baru ini. Ini adalah yang terbaru dari
sejumlah tindakan yang ditujukan untuk mengintimidasi
pemantau-pemantau independen yang akan memantau dan
melaporkan berbagai pelanggaran HAM yang sangat serius
di Aceh.
Kami juga sangat prihatin dengan laporan pemukulan
terhadap Muhammad Nazar, ketua Sentra Informasi
Referendum Acheh (SIRA), sewaktu diinterogasi di Polda
pada tanggal 19 Februari. Sejak saat itu, istri dan
pengacara dilarang untuk menjumpai Nazar.
Amerika Serikat mendukung integritas wilayah
Indonesia. Walau demikian, kami tetap yakin bahwa
konflik Aceh terbukti tidak akan dapat diselesaikan
dengan penggunaan kekuatan militer, termasuk
pelaksanaan Darurat Militer. Kami tetap menekan
Indonesia dan Gerakan Acheh Merdeka untuk menghormati
Hak Asasi masyarakat sipil Aceh.
Kami mendesak pemerintah untuk menangani kasus-kasus
yang melibatkan aktifis masyarakat sipil agar
diselesaikan dengan penghormatan yang sedalam-dalamnya
pada hak hukum mereka. Seluruh bagian masyarakat sipil
Aceh yang mendukung solusi damai bagi konflik ini agar
dilibatkan dalam proses politik guna mencapai
perdamaian yang abadi.
2004/235. |