|
Bismillahirahmanirahim,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Rakyat Indonesia di seluruh pelosok negeri yang saya
cintai,
Hadirin yang saya muliakan,
Pertama-tama, kita bersyukur bahwa bangsa kita, sekali
lagi, telah berhasil melakukan Pemilu Legislatif dan
Pemilihan Presiden Tahun 2009 secara damai dan
demokratis. Hal ini menandakan semakin mekarnya
kehidupan demokrasi di Republik Indonesia yang
tercinta ini. Kita semakin melangkah maju dalam proses
transformasi politik menuju sistem pemerintahan yang
stabil, terbuka, dan matang.
Alhamdulillah, dengan keluarnya keputusan Mahkamah
Konstitusi yang menegaskan keputusan KPU tentang hasil
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 18
Agustus yang lalu, KPU telah menetapkan pasangan
SBY-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden
terpilih untuk masa bakti 2009-2014.
Saya bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,
karena mendapatkan kepercayaan rakyat, untuk memimpin
kembali bangsa Indonesia yang besar ini. Atas
kepercayaan dan amanah yang mulia ini, dari lubuk hati
yang paling dalam, saya menyampaikan terima kasih
kepada seluruh rakyat Indonesia. Dalam kesempatan yang
baik ini pula, dengan penuh kerendahan hati dan rasa
tanggung jawab, saya menerima amanah yang mulia
tersebut.
Saya juga ingin menyampaikan penghargaan yang
sebesar-besarnya kepada KPU dan KPUD, Bawaslu dan
Panwaslu, Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung,
Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara
Nasional Indonesia, Pemerintah Daerah dan pihak-pihak
lain yang terkait, yang secara bersama-sama telah
menyelenggarakan, mengawasi, mengadili, menjaga
keamanan, serta memfasilitasi keseluruhan proses
demokrasi ini dengan sebaik-baiknya.
Secara khusus saya juga menyampaikan terima kasih dan
penghargaan kepada lembaga pemantau pemilu, baik dari
dalam dan luar negeri, serta masyarakat madani, yang
turut mengawasi proses demokrasi di Indonesia.
Demikian pula kepada insan pers dan media massa, yang
telah meliput dan mengabarkan seluruh rangkaian
kegiatan pemilu sehingga dapat diikuti oleh masyarakat
luas dengan mudah.
Selanjutnya, saya ingin menyampaikan rasa hormat
kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Prabowo
Subianto, serta Bapak Muhammad Jusuf Kalla dan Bapak
Wiranto atas partisipasi aktif beliau-beliau sebagai
Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilu tahun
2009. Mereka adalah putra-putri bangsa, yang telah
memberikan yang terbaik demi kemajuan demokrasi kita.
Walaupun Pemilu 2009 telah berakhir, saya yakin
pengabdian beliau-beliau semua kepada bangsa dan
negara tidak akan mengenal batas akhir, dan akan terus
berlanjut.
Tentu saja, saya tidak bisa melupakan bahwa kemenangan
pasangan SBY-Boediono tidak terlepas dari dukungan,
dedikasi, semangat, dan kerja keras dari para
pendukung, baik yang hadir dalam acara malam ini
maupun yang berada di seluruh pelosok negeri, dari
Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.
Secara khusus, saya dan Pak Boediono ingin
menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
partai-partai pendukung, Tim Kampanye SBY-Boediono di
pusat maupun di daerah, relawan-relawan, dan
tokoh-tokoh masyarakat, serta begitu banyak simpatisan
di seantero Nusantara, bahkan di mancanegara. Dukungan
dan kerja keras Saudara-saudara semua telah membuahkan
hasil yang sangat meyakinkan, yaitu pencapaian suara
73.874.562 pemilih, atau setara dengan 60,8 persen.
Kepada keluarga saya dan keluarga Pak Boediono, saya
sampaikan terima kasih yang tak terhingga. Tanpa
dukungan mereka, tidak mungkin kami mampu menjalani
pasang surutnya kampanye yang berlangsung
berbulan-bulan. Mereka adalah sumber kekuatan
sekaligus tempat berlabuh ketika badai sedang menerpa.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hadirin yang saya muliakan,
Pada tahun 2004 banyak pengamat, dalam dan luar negeri,
yang meragukan apakah presiden yang terpilih akan
dapat menyelesaikan masa jabatannya secara penuh.
Sekarang, kita bisa menjawab, insya Allah bisa, dan
bahkan berlanjut untuk lima tahun lagi. Dari sisi
itulah, Pemilu 2009 dapat dianggap sebagai salah satu
tonggak sejarah bangsa. Kita berhasil menegakkan
kedaulatan rakyat, melembagakan proses suksesi politik,
dengan mekanisme yang demokratis, melalui pemilihan
kepemimpinan nasional secara langsung dan berkala. Ini
menandakan, bahwa Bangsa Indonesia bisa menjalankan
kompetisi politik secara patut, teratur, dan beradab.
Karena itu, Saudara-saudara, kemenangan ini adalah
kemenangan kita semua, kemenangan rakyat Indonesia.
Kami berdua bertekad untuk bekerja sekeras-kerasnya,
bagi kepentingan seluruh rakyat Indonesia, baik yang
dalam Pemilu lalu mendukung kami maupun yang tidak,
baik yang menggunakan hak pilihnya maupun yang tidak
memilih. Marilah kita tanggalkan atribut-atribut,
semboyan-semboyan, dan yel-yel Pemilu, untuk kita
gantikan dengan semangat kebersamaan sebagai bangsa
yang satu.
Ada waktunya kita berkompetisi, ada waktunya kita
bersatu. Kita harus bekerja sama untuk masa depan
semua. Masih banyak pekerjaan dan tantangan di depan
kita. Marilah kita bersama-sama menjadikan hasil
Pemilu ini sebagai modal bangsa, untuk membangun hari
depan yang lebih baik lagi.
Saudara-saudara, saya ingin menyampaikan bahwa Pemilu
bukanlah jawaban bagi semua persoalan, sebagaimana
kekuasaan bukan pula tujuan akhir. Pemilu hanyalah
sebuah awal, sementara kekuasaan hanyalah jalan untuk
mencapai tujuan yang sebenarnya, yaitu masyarakat
Indonesia yang merdeka dan adil, yang aman dan
demokratis, serta yang maju dan sejahtera.
Rakyat Indonesia yang saya cintai,
Saya juga ingin mengingatkan bahwa pemerintahan yang
sedang berjalan sekarang ini masih mengemban tugas
hingga 20 Oktober 2009. Sesuai dengan amanah yang
diberikan rakyat, saya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla,
akan melaksanakan dengan sebaik-baiknya seluruh agenda
pemerintahan yang tersisa. Saya telah menginstruksikan
seluruh jajaran Kabinet Indonesia Bersatu, untuk tetap
bekerja sebagaimana mestinya sampai terbentuknya
pemerintahan yang baru nanti.
Dalam dua bulan ke depan, saya akan mempersiapkan
Rencana Aksi untuk pemerintahan periode 2009–2014. Di
dalamnya termasuk program kerja 100 hari pertama,
serta agenda kebijakan lima tahun ke depan. Semuanya
ini adalah penjabaran lebih lanjut, dari visi dan misi
yang telah saya sampaikan pada masa kampanye yang baru
lalu.
Pada hakikatnya program ini mengandung kesinambungan
dan perubahan. Hal-hal yang sudah baik kita lanjutkan,
dengan lebih tajam lagi. Yang belum baik kita perbaiki
dan sempurnakan. Bersamaan dengan itu kita bawakan ide
baru, langkah baru dan dengan semangat yang baru.
Ke depan, kami akan berusaha meningkatkan kualitas
hidup keluarga Indonesia. Kami akan memfokuskan
peningkatan dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Kami juga akan memperkuat usaha-usaha ekonomi rakyat,
terutama yang berskala mikro, kecil, dan menengah
dengan peran aktif dari negara secara terukur.
Menyadari Indonesia sebagai negeri di mana pertanian
masih berperan dalam kehidupan sosial ekonomi, kami
akan memberikan tekanan baru pada revitalisasi
pertanian. Di samping itu, kami akan memberikan
dorongan baru untuk revitalisasi industri guna
menciptakan basis ekonomi yang lebih kokoh.
Untuk mencapai semua itu kita akan memajukan
pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang pertama
adalah infrastrukur fisik, seperti jalan, jembatan,
pelabuhan dan perkapalan, rel kereta api, irigasi
serta jaringan telekomunikasi. Yang kedua adalah soft
infrastructure, yaitu iklim usaha yang mendukung
peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat. Infrastuktur
yang ketiga, yang tidak kalah pentingnya, adalah
infrastruktur sosial, yaitu kebijakan-kebijakan pro
rakyat yang langsung membantu kelompok masyarakat yang
paling membutuhkan.
Dengan infrastruktur yang makin lengkap dan kokoh,
kita berharap investasi dan dunia usaha akan
berkembang lebih pesat. Pada gilirannya, pertumbuhan
perekonomian nasional akan dapat meningkatkan
kesejahteraan rakyat kita.
Saudara-saudara,
Semua program ini hanya mungkin berhasil jika
dijalankan oleh pemerintah yang bersih dan cakap.
Sebab itulah, upaya yang serius untuk menciptakan
pemerintahan yang semakin bersih, antara lain melalui
reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi,
merupakan poros utama dari cakra pembangunan, yang
akan kami jalankan dalam lima tahun ke depan.
Berkaitan dengan itu, saya akan mempersiapkan sebuah
kabinet baru yang terdiri dari tenaga-tenaga yang
kompeten, bersih, jujur, dan penuh dedikasi. Oleh
karena itu, pakta integritas dan kontrak kinerja, akan
menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kabinet
mendatang. Saya akan memilih yang terbaik, yang
profesional dari semua kalangan, baik dari partai
politik maupun dari kalangan non-partai. Saya akan
memastikan bahwa kabinet baru nanti akan siap untuk
bekerja sejak hari pertama mereka dilantik.
Saudara-saudara,
Perkenankanlah saya sekarang untuk menyampaikan
beberapa pesan dalam bahasa Inggris kepada dunia
internasional, melalui perwakilan media asing yang
hadir pada malam ini.
To all our international friends, please accept our
deepest thanks for the goodwill and cooperation that
you have shown us. I feel honored to have received so
many kind words of congratulations and pledges of
support through telephone calls and diplomatic letters
from friends near and far, from many corners of the
world. To all of you, I say, thank you for believing
in Indonesia. Thank you for your faith in our
democracy. And thank you for your unwavering
friendship for Indonesia. You are part of our
strength, our growth, and our success.
This has been yet another milestone elections in our
nation’s history. Through this elections, the people
have spoken. Through this elections, we have
demonstrated loud and clear, that the people are the
true sovereign in this land. Through this elections,
the people of Indonesia have served notice to the
world, that our democracy has achieved a point of no
return. Democracy is here to stay, and it has taken
root as a natural part of our national being,
precisely because we cherish the values of tolerance
and pluralism, as reflected in our national motto,
“Bhinneka Tunggal Ika”.
The elections, of course, do not resolve our problems.
But the elections have renewed a precious political
mandate, opened a new chapter, and given us fresh
energy to move on, to tackle the challenges for our
time. In 1999, you could say that Indonesia faced a
“crossroad”. Today, we are no longer standing on a
crossroad, but on the threshold of greater heights. We
are now living in a momentous time, a time replete
with enormous challenges and boundless opportunity.
There is no doubt that we will continue to face an
uphill battle in our journey ahead, but we have plenty
of will, to meet and overcome the challenges that lie
await. If we have proved anything in the last five
years, it is that Indonesia is a remarkably resilient
and adaptive nation. In the years ahead, I will do my
best to see to it, that Indonesia will not just
survive, but excel. I will work with every fibre in my
body, so that the next five years will be Indonesia’s
best years.
And as we enter into the next political term, I renew
my pledge, that Indonesia will extend our cooperation
and goodwill to all our friends around the world.
Indonesia will continue to be a constructive force for
peace, for good, and for justice. We will continue to
be at the forefront of international efforts to
address global challenges from climate change to
terrorism, from diseases to poverty, from human rights
to reform of international economic order. And the
world shall continue to benefit from our healthy
nationalism, as well as our vibrant internationalism.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Toleransi dan kemajemukan kita adalah sebuah kekuatan,
dan juga merupakan sifat yang hakiki dari ke-Indonesia-an.
Marilah kita terus membangun kekuatan tersebut.
Janganlah kita saling menyebar kebencian, menggunakan
kekerasan untuk menyelesaikan konflik dan perbedaan.
Kita harus terus mempertahankan jati diri bangsa
dengan empat pilar utama, yaitu NKRI, Pancasila, UUD
1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pemilihan Umum datang dan pergi. Kekuasaan naik dan
turun. Perjalanan kehidupan bangsa ke depan masih
penuh dengan tantangan. Tetapi dengan ridho Allah SWT,
Tuhan Yang Maha Esa, Indonesia akan terus hidup dan
berjaya sampai kapanpun. Dengan kesadaran itulah, saya
akan menggunakan masa bakti saya yang terakhir nanti,
untuk mempersembahkan kepada generasi berikutnya,
sebuah Indonesia yang kuat karena adaptif, lentur
tanpa meninggalkan prinsip, sebuah negeri yang menjaga
keseimbangan antara eka dan bhinneka, antara
kemerdekaan dan keadilan, serta antara keamanan dan
kesejahteraan.
Insya Allah, di akhir masa bakti kami kelak, generasi
kepemimpinan nasional yang baru akan siap untuk
melanjutkan karya dan pengabdian, mewujudkan misi
besar kita semua.
Karena itu, dengan mengucapkan
bismillahirrahmanirrohim, mari kita singsingkan lengan
baju untuk bersama-sama bekerja, mewujudkan Indonesia
yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan.
Dirgahayu Indonesia!
Wassalamu alaikum Wr. Wb. |