|
Serambi Indonesia
Jum'at, 1 Mei, 2009
KUALA SIMPANG: Perolehan suara delapan partai politik
peserta Pemilu 2009 di Aceh Tamiang, terancam
dibatalkan oleh KIP Aceh Tamiang. Pasalnya, kedelapan
parpol dimaksud tidak menyerahkan laporan dana
kampanye sampai berakhirnya batas waktu yang
ditentukan. Kedelapan parpol dimaksud adalah PKPB,
Gerinda, PDP, Pelopor, PIS, PKNU, PRA, dan Buruh.
Namun, mekanisme pembatalan menunggu petunjuk teknis
dari KPU pusat
Ketua KIP Aceh Tamiang, Izuddin kepada Serambi Kamis
(30/4) mengatakan, sesuai dengan aturan hukum, partai
politik yang tidak menyerahkan rekening kampanye
sampai batas waktu 24 April lalu, perolehan suara di
tingkat kabupaten akan dibatalkan. “Dua minggu setelah
berakhir tahap pencontrengan pemilu, parpol harus
menyerahkan laporan rekening akhirnya kepada KIP,”
ujarnya. Pembatalan tersebut akan berdampak terhadap
perolehan suara partai secara nasional, begitu juga
dengan hak lainnya yang akan diperoleh, di tingkat
kabupaten parpol akan hilang hak melakukan pencalonan
kepala daerah periode mendatang. Seperti disyaratkan,
apabila partai politik memperolehan suara sebesar 15
persen, boleh mengusul calon kepala derah. ”Jika
dibatalkan, hak partai akan hilang. Seperti keinginan
mencalonkan bupati jika memperolehan suara total 15
persen tidak bisa dilakukan,” ujarnya.
Walaupun demikian, sampai saat ini KIP Tamiang belum
membatalkan perolehan suara partai yang tidak
menyerahkan laporan rekening kampanye karena belum
menerima petunjuk teknis dari KPU Pusat. Tujuan
pelaporan rekening akhir kampanye untuk merlihat dari
mana uang tersebut diperoleh dan sumbangan nyang
diterima sesuai tidak dengan undang-undang yang telah
ditetapkan.
Menurut anggota KIP, Bambang Setiawan yang menangani
masalah kampanye, setelah partai politik menyerahkan
laporan rekening kampanye, KPU Pusat akan menunjuk
akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan
kampanye tersebut. “Partai politik yang tidak
menyerahkan laporan rekening kampanye, PKPB, Gerinda,
PDP, Pelopor, PIS, PKNU, PRA, dan Partai Buruh,”
ujarnya.(md) |