|
Republika Online
Selasa, 21 April, 2009
NAD: Berdasrkan hasil verifikasi independen terhadap
proses perhitungan suara Dewan Perwakilan Rakyat Aceh
(DPRA) pada pemilu 9 April lalu, Partai Aceh
diproyeksikan menang di sebagian besar TPS dengan
perolehan suara 43,8 prsen. Suara ini disusul dengan
proyeksi perolehan suara partai demokrat sebesar 14,3
persen.
Sementara perolehan suara tersebut disusul oleh partai
golkar dengan jumlah 6,6 persen, PKS 3,8 persen, PAN
3,4 persen, dan PPP sebanyak 3 persen. Angka ini
diperoleh dari hasil Sample Based Observation (SBO)
yang dilakukan oleh e-Community for Aceh Resources
Development (CARD) dengan bantuan teknis dari the
national democratic institute (NDI).
Dibandingkan dengan proyeksi tingkat partisipasi
secara nasional dari berbagai quick count yang
berjumlah 72 persen, tingkat partisipasi Aceh cukup
tinggi yitu sebanyak 77,7 persen. Meskipun sebenarnya
angka ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan
pemilihan gubernur Aceh pada 2006 silam yang mencapai
angka 85 persen.
Elly Sufriadi, Executive director e-CARD, mengatakan
bahwa perubahan aturan system pemilu, bentuk kertas
suara serta cara memilih membuat angka suara tidak sah
meningkat dibandingkan dengan pilgub Aceh. Suara tidak
sah pada pemilu kali ini meningkat hingga tiga kali
lipat hingga mencapai 9,3 persen dibandingkan pilgub
aceh yang hanya 3,5 persen. “Bahkan lebih jauh lagi
jika dibandingkan dengan pemilu 2004 yang hanya 2,5
persen,” katanya.
Temuan-temuan tersebut, tambah Elly, didasarkan pada
data yang diperoleh dari pemantauan SBO di 576 TPS
yang tersebar di 23 Kabupaten dan Kota di Aceh. Ambang
kesalahan pada SBO ini, menurutnya, adalah sekitar 1,9
persen poin. “Pada tingkat kepercayaan 95 persen,”
ungkapnya. (C88/fif) |