|
Suara Karya Online
Jum'at, 17 April, 2009
JAKARTA: Hingga hari ketujuh pascapemungutan suara
Pemilu 2009, Kamis (16/4), Partai Aceh dan Partai
Demokrat (PD) masih berkibar dan semakin jauh
meninggalkan partai lainnya dalam penghitungan suara
di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).
Untuk perebutan kursi DPR, yang tidak diikuti partai
lokal, Partai Demokrat mendominasi perolehan suara
hingga 38,83 persen, jauh di atas urutan kedua Partai
Keadilan Sejahtera yang mendapat 11,02 persen.
Namun, untuk DPR Aceh, Partai Demokrat sementara baru
mendapat 13,61 persen suara dan berada di urutan kedua.
Partai Aceh, satu dari enam partai lokal di Pemilu
2009 ini, berada di urutan pertama dengan 49,45 persen
suara. Partai lokal Aceh lainnya masih jauh di bawah
Partai Aceh. Partai Daulat Aceh, misalnya, baru
mendapat 2,39 persen suara atau di urutan ke tujuh.
Hasil penghitungan suara oleh KIP NAD yang dapat
dipublikasikan melalui Media Center Pemilu di Banda
Aceh, masih bergerak lambat.
Total jumlah suara yang masuk masih di bawah 300 ribu,
sementara dalam DPT di NAD terdapat lebih dari 3 juta
orang. Tambahan kabupaten/kota yang mengirim data
rekapitulasi sementara juga hanya dua, yakni Kabupaten
Aceh Jaya dan Aceh Barat.
Dengan demikian, daerah yang sudah masuk dalam
rekapitulasi adalah Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie jaya,
Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya,
Aceh Selatan, Aceh Utara dan Aceh Tamiang, sedangkan
13 kabupaten/kota lainnya belum masuk dalam
rekapitulasi.
Dominasi Partai Aceh di pemilu legislatif DPRA
terlihat merata di setiap kabupaten/kota. Dari 10
kabupaten/kota yang sudah memasukkan rekapitulasinya,
semuanya dimenangi Partai Aceh.
Sementara untuk DPR, Partai Demokrat mengalami
kekalahan di Kabupaten Pidie Jaya dengan hanya meraih
8.193 suara, sedangkan peringkat pertama di kabupaten
itu diraih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan
3.770 suara.
Ingin Perubahan
Pengamat politik dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)
M Jafar MH berpendapat, kemenangan Partai Aceh pada
Pemilu Legislatif 2009, karena sebagian besar rakyat
ingin perubahan di berbagi sektor di Provinsi Nanggroe
Aceh Darussalam (NAD).
"Saya kira hampir sebagian besar rakyat mendukung
Partai Aceh, karena mereka ingin perubahan yang
berarti untuk masyarakat," kata Jafar yang juga dosen
Fakultas Hukum Unsyiah di Banda Aceh, Kamis.
Pemilu di NAD dalam dua hari terakhir ini diwarnai
dengan adanya laporan mengenai ketidakpuasan dari 20
parpol di beberapa kabupaten/kota, yakni Pidie dan
Lhokseumawe.
Mereka membuat pernyataan bersama yang ditujukan ke
KIP berisi penolakan hasil pemilu karena menilai
banyak terjadi kecurangan serta intimidasi dari kader
partai tertentu.
Pihak KIP NAD menyatakan bahwa penghitungan suara
tetap berjalan, sementara parpol yang melakukan protes
diminta untuk menyalurkan keberatannya pada pihak
terkait sesuai dengan undang-undang.
Sementara itu, belum ada respons lebih lanjut dari
parpol yang mengeluarkan pernyataan bersama. Malah
Partai Bintang Reformasi (PBR) Kabupaten Pidie dalam
suratnya yang dipublikasikan Kamis, mencabut
pernyataan menolak hasil Pemilu 2009.
M Jafar , juga menganjurkan parpol-parpol yang berada
dirugikan tersebut menempuh jalur hukum. (Victor
AS/Ant) |