|
Suara Karya Online
Rabu, 15 April, 2009
BANDA ACEH: Pada Pemilu Legislatif lalu, banyak
masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) memilih
menjadi golongan putih (golput). Antara lain, sekitar
40 persen dari 130.777 orang pemilih di Kota Banda
Aceh, dilaporkan tidak menggunakan hak pilihnya pada
pemungutan suara, 9 April 2009.
Anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda
Aceh, Munawarsyah di Banda Aceh, kemarin, mengatakan,
jumlah golput di masing-masing daerah pemilihan (dapil)
bervariasi antara 30 hingga 50 persen.
Di Kota Banda Aceh yang terdiri dari sembilan
kecamatan terbagi dalam lima dapil. Dapil-1 Kecamatan
Meuraxa-Kutaraja pemilih yang menggunakan haknya 47
persen, dapil-2 Kecamatan Kuta Alam 65 persen, dapil-3
Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng 70 persen,
dapil-4 Kecamatan Lhongraya dan Baiturrahman 50 persen,
dan dapil-5 Kecamatan Jaya Baru dan Banda Raya 55
persen.
Munawarsyah menyebutkan, banyak faktor yang
menyebabkan masyarakat memilih golput pada hari
pemungutan suara pemilu lalu, antara lain tidak ada
undangan, sehingga mereka tidak pergi ke tempat
pemungutan suara (TPS) meski pun namanya terdaftar
dalam daftar pemilih tetap (DPT).
"Kemudian, libur panjang, sehingga banyak warga Banda
Aceh, khususnya pemilih pemula yang sebagian pelajar
dan mahasiswa pulang kampung," katanya.
Menyinggung rekapitulasi suara, Munawarsyah mengatakan,
hingga saat ini masih dalam proses di panitia
pemilihan kecamatan (PPK), meski pun sudah ada yang
selesai.
"Rekapitulasi suara yang sudah selesai di PPK langsung
dikirim ke KIP Banda Aceh, kemudian direkap kembali
secara keseluruhan, baru diumumkan kepada masyarakat
melalui media massa," katanya.
Ia mengakui bahwa rekapitulasi di PPK agak lama,
karena untuk merekap harus melibatkan banyak saksi. "Terkadang
ada saksi yang kurang puas, karena ada selisih suara,
maka rekapitulasinya diulang dari awal lagi. Ini yang
membuat pekerjaan menjadi agak terlambat," katanya.
Meski demikian, KIP terus berupaya agar rekapitulasi
suara di PPK selesai sesuai jadwal, yakni tanggal 15
April 2009, katanya.
Kalah
Sementara itu, Partai Aceh yang selama ini mengungguli
partai nasional dalam perolehan suara sementara di
sejumlah daerah di Provinsi NAD, ternyata kalah di
Kota Banda Aceh.
Data yang diperoleh dari Komisi Independen Pemilihan
(KIP) Kota Banda Aceh, kemarin, memperlihatkan
perhitungan sementara hingga pukul 09.00 WIB, Partai
Aceh berada di urutan kedua dengan 12.580 suara (18,9
persen), sedangkan urutan pertama Partai Demokrat
15.469 suara (23).
Selanjutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berada
diurutan ketiga dengan 9.529 suara (14,3), diikuti
Partai Amanat Nasional (PAN) 4.891 suara (7,3), dan
Partai Golkar 4.364 suara (6,6).
Partai Daulat Aceh (PDA) berada di urutan kelima
dengan 3.822 suara (5,7). (Ant) |