|
GATRA Online
Selasa, 7 April, 2009
Banda Aceh: Ketua Pokja Pemantauan pada Komisi
Independen Pemilihan (KIP) NAD, Nurjani Abdullah di
Banda Aceh, Selasa, menyatakan, kedelapan lembaga yang
telah mendapat akdreditasi dari KPU itu sudah melapor
ke KIP NAD.
Lembaga asing yang selain memantau juga akan melakukan
survei dan penghitungan cepat itu masing-masing The
Carter Center yang akan melakukan pemantauan di 23
kabupaten/kota dan Uni Eropa di 23 kabupaten/kota.
Kemudian International Republican Institute (IRI),
Australian Embassy, International Foundation for
Electoral System (IFES), Embassy of USA, Asian Network
for Free Elections (ANFREL) Fondation dan National
Democracy Institute (NDI).
Selain asing, juga ada tujuh lembaga nasional yang
telah mengantongi izin KPU untuk mamantau pesta
demokrasi di Aceh, yakni Komite Independen Pemantau
Pemilih (KIPP), Lembaga Survei Indonesia (LSI),
Lembaga Penelitian Pendidikan Penerangan Ekonomi dan
Sosial (LP3ES), Garda Santri Nusantara Election
Monitoring, KPP KAHMI dan Jaringan Isu Publik (JIP).
Enam lembaga lokal di Aceh juga ikut berpartispasi
dalam pemantauan, yakni Forum LSM Aceh, e-CARD
(Community for Aceh Resources devolumpment), KNPI
Pidie Jaya, LSM Titian Keadilan, Atjeh Security Group
dan Ikatan Keluarga Badan Eksekutif Mahasiswa Pemuda (IKABEMA).
Nurjani menyatakan, untuk pemantauan lokal
pendaftarannya telah ditutup pada akhir Maret 2009,
sedangkan untuk pemantau asing dan nasional KIP NAD
hingga Selasa (7/4) masih menerimanya. [TMA, Ant] |