|
Harian Waspada
Senin, 6 April, 2009
BANDA ACEH: Partai Aceh (PA) menilai situasi keamanan
di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sangat rawan
menjelang Pemilu 9 April 2009.
"Keamanan di Aceh sangat rawan, mungkin agar pemilu
gagal dan bisa menghancurkan perdamaian," kata juru
bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PA Adnan Beuransyah
di Banda Aceh, tadi malam.
Adnan menyampaikan hal itu sehubungan dengan berbagai
tindak kekerasan dan intimidasi yang menimpa pengurus
PA.
Insiden terbaru menimpa pengurus PA M Jamin alias Tgk
Leube yang ditembak hingga tewas oleh orang tak
dikenal di Kota Langsa, Sabtu (4/4) malam. Terkait
penembakan tersebut termasuk kasus-kasus lainnya yang
menimpa partai politik lokal itu, Adnan mengatakan
telah melaporkan ke Panwaslu, Kepala Kepolisian Daerah
Aceh.
Selain itu PA juga sudah melaporkan kasus-kasus yang
terjadi selama proses tahapan pemilu ke Perwakilan
Komisi Uni Eropa Banda Aceh dan Crisis Management
Initiative (CMI) yang merupakan lembaga mediator nota
kesepahaman (MoU) Helsinki.
Selama tahapan pemilu, sebanyak 55 kasus terjadi
terhadap PA namun 25 di antaranya dikatagorikan kasus
berat berupa pelemparan granat dan pembakaran seperti
kasus penggranatan rumah ketua umum PA Muzakkir Manaf
pada 9 September 2008.
Selama awal 2009 sejumlah kasus [embakaran dan
penggranatan juga terjadi terhadap kantor PA di daerah
pelemparan granat kantor ranting PA kecamatan Banda
Sakti Lhokseumawe dan Bireuen.
Menurut Adnan dari keseluruhan kasus tersebut yang
sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum, belum ada
satu kasus yang berhasil diungkak polisi.
"Meski begitu kita tidak bisa mengatakan polisi lemah
karena selain kasus-kasus yang menimpa PA masih banyak
kasus lain yang harus diselesaikan," ungkap Adnan.
Ia berharap polisi segera menyingkap dan menangkap
pelaku kriminal yang dapat merusak perdamaian Aceh
tersebut. |