|
Harian Waspada
Kamis, 2 April, 2009
BANDA ACEH: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh
melaporkan adanya intimidasi menjelang pemilu
legislatif dari pihak-pihak tertentu, kepada tim dari
Uni Eropa (UE). Laporan tersebut disampaikan ketua DPW
PKS Ghufran ZA dalam kunjungan Tim UE ke kantor partai
tersebut di Banda Aceh, tadi sore, terkait intimidasi
yang terjadi pada kader PKS di daerah itu.
Tim yang diketuai oleh Vic Butler bersama penasihat
hukum Indraneel Datta dan stafnya Firmansyah
mengunjungi PKS guna berbagi informasi seputar
pelaksanaan kampanye dan kondisi Aceh terkini. Pada
kunjungan itu, Vic Butler mengatakan keberadaan Tim UE
di Aceh bukan sebagai pemantau tapi hanya
mengobservasi kondisi selama pelaksanaan pesta
demokrasi di sana.
Sementara itu, Sekretaris Umum PKS Moharriadi
mengatakan, pemantau asing dan nasional sebenarnya
tidak diperlukan apabila semua partai politik peserta
pemilu menjunjung tinggi segala peraturan yang telah
ditetapkan. Namun untuk saat ini menurutnya,
keberadaan pemantau baik nasional maupun asing akan
sangat penting karena kondisi politik yang semakin
memanas mendekati hari pemilihan.
Terkait intimidasi dan teror yang dilakukan partai
politik terhadap kader PKS dan yang terbaru intimidasi
terhadap saksi PKS di Pidie Jaya menyebabkan banyak
saksi yang mengundurkan diri, tambahnya. Sebelumnya
juga telah banyak terjadi intimidasi, teror dan
pemukulan yang dialami partai berlambang bulan sabit
dan padi ini. Setiap intimidasi tersebut sudah
dilaporkan kepada panwas dan polisi.
Menyikapi intimidasi itu, Vic Butler mengatakan tidak
bisa melakukan intervensi. Namun, pihaknya akan
berusaha untuk memberi informasi terkait intimidasi
yang terjadi selama pemilu ke kantor pusat. |