|
Serambi Indonesia
Selasa, 24 Maret, 2009
LHOKSUKON: Beberapa aksi kriminalitas yang terjadi
terhadap kantor Partai Aceh (PA) di Aceh Utara dan
Lhokseumawe, sampai sekarang belum terungkap siapa
pelakunya. Padahal, kejadian itu telah dilaporkan ke
polisi dan ke lembaga terkait lainnya oleh pengurus PA
setempat. Karena itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PA
Aceh Utara meminta polisi untuk segera mengusut tuntas
kasus tersebut.
Ketua DPW PA Aceh Utara, Tgk Zulkarnaini, didampingi
pengurus PA di kantornya di Geudong, Senin (23/3),
kasus pertama yang dialami pihaknya adalah penembakan
kantor DPW di Samudera. Selanjutnya, penggranatan
kantor PA Sagoe Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, dan
warung milik anggota PA di Alue Kala (Los Kala),
Kecamatan Muara Satu, yang berakibat lima warga luka.
Tak hanya itu, lanjutnya, kasus pelecehan terhadap
Partai Aceh, yakni baliho caleg perempuan di Jalan
Pase Keude Aceh, yang ditempeli topeng monyet. “Semua
kasus itu hingga kini belum ada titik terangnya siapa
pelakunya. Karena itu, kami meminta polisi segera
mengusutnya,” harapnya.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Zulkifli, yang dihubungi
Serambi Senin (23/3) mengatakan, pihaknya telah
menerima laporan kejadian itu. Bahkan, pihaknya tiap
kejadian turun langsung ke lokasi seperti tragedi
pelemparan granat di Keude Aceh dan kejadian
pelemparan granat di Los Kala.
Namun, lanjut Kapolres, kasus pelemparan granat,
penembakan serta penukaran wajah celeg, sulit sekali
untuk diungkapkan, karena polisi kesulitan mendapat
saksi. “Tanpa bukti dan saksi, polisi sulit mengusut,
apalagi ketika pelemparan granat dan penembakan kantor,”
ujar Kapolres.
Menurut Zulkifli, polisi tidak bisa melakukan
penangkapan orang sembarangan. Karena itu, Kapolres
meminta masyarakat membantu polisi memberikan
informasi. Pihaknya telah membuka pos pengaduan
melalui SMS. “Selama ini laporan yang kami terima
hanya kejadian saja. Padahal kami sangat berharap
warga memberikan info, siapa dan bagaimana ciri-ciri
pelakunya,” tukas Zulkifli.(ib) |