FeedbackSubscribeRelated LinksContact Us
 
      POLITIK DI ACEH
 
 

 Aceh-Eye Politik di Aceh Partai Lokal..
   PARTAI POLITIK LOKAL DI ACEH
CoSPA Meeting: Pemilihan Umum Krusial bagi Perdamaian Aceh

Serambi Indonesia
Rabu, 18 Maret, 2009

BANDA ACEH: Komisi Keberlanjutan Perdamaian Aceh (CoSPA) menyatakan, pemilu legislatif 2009 menjadi momen penting bagi perdamaian Aceh. Karena inilah pemilu pertama di Aceh pascapenandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang mengakhiri konflik bersenjata sejak 30 tahun lalu.

“Pemilu di Aceh sangat berkaitan dengan perdamaian. Inilah pemilu pertama setelah Aceh memasuki suasana damai setelah pemerintah dan GAM mengakhiri konflik bersenjata di Aceh,” kata Azwar didampingi Ketua Forum Komunikasi dan Koordinasi (FKK), Brigjen Amiruddin usai pertemuan CoSPA ke-14 Sekretariat Forbes Damai Aceh, Kompleks Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Selasa (17/3).
Hadir dalam pertemuan ini Ketua BRA M Nur Djuli, Wakil Ketua KIP Ilham Syahputra, Ketua Panwaslu Nyak Arif Fadillah, Koordinator Forum Silaturahmi dan Komunikasi Antarpeserta (Forsikom) Yarmen Dinamika, unsur dari parpol, perwakilan pemerintah Aceh, perwakilan Polda Aceh dan perwakilan Kodam Iskandar Muda.

Menurut Azwar, pemilu damai menjadi sebuah isu penting yang mesti mendapat dukungan semua pihak. Terutama para peserta pemilu di Aceh diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam menciptakan suasana kondusif selama masa kampanye. Berkaitan dengan isu pemilu ini pertemuan CoSPA ke 14 juga turut mendengarkan langsung perkembangan terkini terkait tahapan pemilu baik dari KIP maupun Panwaslu. “Kesimpulan dalam pertemuan tadi semua sudah berjalan sesuai degan rencana,” kata Azwar.

Selain isu pemilu, para pihak yang terlibat dalam pertemuan juga membicarakan beberapa isu lainnya berkaitan dengan perdamaian Aceh. Azwar menyebutkan, untuk selanjutnya CoSPA tidak lagi beranggotakan dari pemerintah RI dan GAM. Akan tetapi akan dileburkan dalam wadah yang lebih luas dengan melibatkan multipihak. Ketua FKK Brigjen Amiruddin menyebutkan, pemilu di Aceh dipandang masih berpotensi rawan memunculkan masalah. Dalam kaitan itu, kata dia CoSPA juga berupaya membicarakan potensi tersebut sebagai tindakan antisipasi.

“CoSPA bukanlah pihak yang terkait langsung dengan pemilu. Tapi karena pada pemilu ini ada partai lokal dan itu amanah dalam MoU, maka CoSPA juga turut memberi perhatian kepada pemilu di Aceh agar berjalan damai,” ujarnya. Amiruddin memandang kehadiran partai lokal sesuatu yang agak istimewa dibandingkan dengan pemilu di daerah lain.(sar)

 
 
  Copyright © 2012. aceh-eye.org all rights reserved. Pendapat dan saran silahkan kirim email kepada: programmes@eyeonaceh.org