|
Serambi Indonesia
Kamis, 8 Juli, 2010
* Banyak Temuan Pansus tak Diteruskan ke Eksekutif
MEULABOH: Sejumlah anggota DPRK Aceh Barat menyatakan
kecewa dan protes terhadap sikap pimpinan mereka
karena selama ini banyak temuan panitia khusus (Pansus)
tidak diteruskan ke eksekutif sehingga temuan dewan
menjadi mengambang. Bahkan, mereka mengancam melakukan
mosi tak percaya bila kinerja pimpinan dewan tidak ada
perubahan.
Kepada Serambi, Rabu (7/7) anggota DPRK Aceh Barat,
Ramli menjelaskan yang menjadi puncak kekesalan
sejumlah anggota DPRK terhadap pimpinan adalah kasus
sengketa PT Prima Inti Rakyat (PAAL) bahwa DPRK
menolak kehadiran PT PAAL di Aceh Barat. “Sebab
kehadiraan PT PAAL di Aceh Barat masih ilegal yakni
belum kantongi izin HGU sudah melakukan kegiatan
pembibitan kebun sawit,” ujar Ramli.
Menurut Ketua Fraksi Bersama itu, kekesalan anggota
DPRK juga sudah diutarakan pada pertemuan antara
pimpinan dengan anggota pada Selasa (6/8). Anggota
DPRK, Ilyas Yusuf menilai ketua dan dua wakilnya
terkesan takut terhadap eksekutif. Padahal, eksekutif
dan legislatif adalah lembaga yang sejajar. Selama ini
DPRK tidak pernah menegur eksekutif bila ada kebijakan
yang miring dan hanya diam saja.
Ketua DPRK Aceh Barat, Ishak Yusuf yang ditanyai
Serambi, seputar ada protes terhadap kepemimpinan
dirinya dan dua wakil ketua tidak mau berkomentar
panjang dan menyatakan bahwa apa yang disampaikan
anggotanya pada pertemuan bersama pada Selasa lalu ada
yang benar dan ada pula yang tidak benar. “Ada yang
betul dan ada yang tidak betul apa yang diprotes itu,”
ujar Ishak singkat.(riz) |