|
Harian Waspada
Kamis, 29 April, 2010
BIREUEN: Waktu sangat cepat berlalu. Pilkada Aceh 2011
pemilihan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati,
walikota/wakil walikota sudah diambang pintu.
Pilkadasung 2006-2007 di Aceh sudah menjadi standar
pilkada bagi daerah lainnya dalam menegakkan demokrasi
di Aceh khususnya dan Indonesia umumnya.
Menyongsong Pilkada Aceh 2011 yang sudah diambang
pintu sudah saatnya masyarakat menentukan sikap siapa
pemimpin Aceh priode mendatang.
“Masyarakat Aceh perlu berhati-hati tidak terpengaruh
sikap emosional ke daerahan dan politik uang. Jika
terpengaruh kedaerahan dan politik uang menjurus
menantang badai,” ungkap analis politik di Bireuen,
Ibrahim Hanafiah, tadi malam.
Dikatakan, pemilihan gubernur/wakil gubernur Aceh
priode mendatang, masyarakat Aceh harus melihat
figur-figur yang tepat tanpa terpengaruh dengan
politik uang sebagai dasar kekuatan politik.
Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar sekarang sedang
berkiprah memimpin pemerintahan Aceh serta merajut
kembali kedamaian Aceh agar Aceh aman dan tenteram.
Keamanan menjadi faktor penentu meningkatkan
pembangunan disegala bidang guna mengangkat kembali
harkat dan martabat masyarakat Aceh yang sudah
terpuruk masa lalu menuju masyarakat Thaiyibatun
Warabbul Ghafur. |