FeedbackSubscribeRelated LinksContact Us
 
      POLITIK DI ACEH
 
 

 Aceh-Eye Politik di Aceh Laporan Media..
   POLITIK DI ACEH - LAPORAN MEDIA
DPRA Minta USAID Evaluasi Kinerja Rekanannya Utama

Serambi Indonesia
Rabu, 31 Maret, 2010

Soal Jalan Calang-Banda Aceh

CALANG: Wakil Ketua DPRA, Drs H Sulaiman Abda dan Bupati Aceh Jaya, Ir Azhar Abdurrahman, meminta USAID selaku penyandang dana pembangunan kembali jalan Calang - Banda Aceh, mengevaluasi kembali kinerja kedua rekanannya Ssangyong, dari Korea dan PT Hutama Karya. Sebab, kedua rekanan itu sudah dua tahun, baru mampu mengaspal 31 Km dari 110 Km jalan yang diborongnya.

Sementara itu, pihak Ssangyong yang mengerjakan rute jalan Calang - Lamno sepanjang 42 Km yang dikonfirmasi menyatakan, ruas jalan itu baru bisa diselesaikannya 100 persen pada Juni 2011 mendatang. “Terlambatnya penyelesaian jalan tersebut, disamping karena musim hujan yang melanda Aceh Jaya lebih panjang, juga akibat lambannya penyelesaian ganti rugi tanah masyarakat yang terkena ruas jalan yang baru,” ungkap Pengawas Lapangan Ssangyong, Mr Lee kepada Wakil Ketua DPRA, Drs H Sulaiman Abda yang didampingi Bupati Aceh Jaya, Ir Azhar Abdurrahman dalam pertemuan Selasa kemarin, di Aceh Jaya.

Lee mengungkapkan, pembebasan tanah masyarakat yang terkena rute jalan baru Calang - Lamno baru tuntas pada akhir tahun lalu. Akibat keterlambatan penyelesaian ganti rugi tanah masyarakat itu, pekerjaan fisik proyek ikut terimbas jadi lamban. Ia juga mengakui, masa kerja kontrak jalan yang dikerjakannya telah habis pada bulan Maret 2010 ini, dan kini pihaknya sedang mengajukan perpanjangan masa kerja (ademdum) kepada USAID selaku penyandang dana proyek jalan Calang - Banda Aceh itu sampai Juni 2011. Hal ini disebabkan, pertama pihaknya masih harus menyelesaikan pekerjaan penanganan bukit dan badan jalan yang telah dikerjakan, kembali longsor di lima titik.

Ssangyong juga mengakui, pada awal kerja pihaknya mengalami kendala yang sangat berat dengan mitra pengusaha lokal yang menjadi subkontraktor perusahaannya. Tapi setelah antara kedua belah pihak melakukan koordinasi dan koreksi serta perjanjian bisnis kerja yang baru, pekerjaan di lapangan kembali lancar. Begitupun, akunya, jalan yang diaspal baru sepanjang 6 Km dari 42 Km yang diborong.

Bupati Aceh Jaya, Ir Azhar Abdurrahman mengatakan, alasan hujan, lambannya penyelesaian pembebesan tanah pada rute jalan Calang - Lamno dan gangguan non teknis bisa kita terima pada tahun lalu. Tapi tahun ini, setelah semua tanah yang terkena rute baru jalan Calang - Lamno selesai dituntaskan, kinerja fisik proyeknya juga masih berjalan lamban.

Kondisi yang sama juga terjadi pada rekanan lainnya PT Hutama Karya yang mendapat borongan pada lintasan yang serupa sepanjang 68 Km. Medan jalan yang dibuat tidak separah yang ditangani Ssangyong, tapi jalan yang telah diaspalnya setelah dua tahun dikerjakan baru sepanjang 25 Km.

Terkait masih sangat lambannya kinerja kedua perusahaan itu, Azhar Abdurrahman menyarankan, agar pihak USAID selaku penyandang dana pembangunan ruas jalan sepanjang 110 Km dengan biaya 108 juta dolar AS atau hampir senilai Rp 1 triliun itu, mengevaluasi kembali kinerja kedua rekanannya itu.

Wakil Ketua DPRA Drs H Sulaiman Abda juga mengharapkan USAID mengevaluasi kinerja rekanan jalan itu. Katanya, jika pada pertengahan tahun ini realisasi fisiknya tidak mengalami kenaikan yang siqnifikan, DPRA berencana bersama Bupati Aceh jaya dan Aceh Besar akan mengadakan pertemuan dengan Dubes AS di Jakarta untuk mempertanyakan kepastian penyeleaian jalan itu, termasuk ruas jalan section IV sepanjang 13 Km dan 4 buah jembatan yang telah dua tahun lebih distop pekerjannya. Sebab, akibat terlambatnya penyelelsaian pembangunan jalan itu kegiatan ekonomi rakyat Aceh ikut terimbas jadi lamban. Solusi dari masalah ini, pihak USAID diharapkan memberikan teguran keras kepada rekanannya yang bekerja lamban tersebut.(her)

 
 
  Copyright © 2012. aceh-eye.org all rights reserved. Pendapat dan saran silahkan kirim email kepada: programmes@eyeonaceh.org