|
Serambi Indonesia
Minggu, 31 Januari, 2010
* Golkar Terbuka untuk Siapa Saja
JEURAM: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA),
Sulaiman Abda menyatakan, pihak legislatif di tingkat
provinsi mendukung penuh wacana pengelolaan dana
otonomi khusus (otsus) oleh masing-masing kabupaten/kota
di Aceh. Hal itu diungkapkan Sulaiman Abda menjawab
Serambi Sabtu (30/1), di Nagan Raya. Sulaiman Abda
selaku Ketua DPD I Golkar Aceh datang ke Nagan Raya
untuk membuka Musyawarah Daerah ke-3 Partai Golkar
Kabupaten Nagan Raya, yang berlangsung di aula RSUD
setempat, Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala.
Sulaiman Abda mengatakan, dukungan agar dana otsus
dikelola oleh masing-masing kabupaten/kota, bukan
karena rendahnya daya serap anggaran oleh provinsi.
Melainkan karena pertimbangan bahwa pihak kabupaten
lebih mengetahui secara pasti tentang program yang
akan diusul untuk mendapat pembiayaan dari sumber dana
otsus. “Sehingga diharapkan pembangunan yang selama
ini direncanakan, bisa berjalan sesuai dengan apa yang
diinginkan,” ujarnya.
Guna merealisasikan hal itu, kata Sulaiman Abda, pihak
DPRA nantinya akan meminta kepada pimpinan lembaga
wakil rakyat tersebut supaya mengkaji kembali qanun
tentang mekanisme/pedoman pengelolaan dana otsus.
Menurut dia, sebenarnya sejak tahun pertama diberikan
oleh pemerintah pusat, dana otsus tersebut memang bisa
dikelola langsung oleh kabupaten/kota. Namun, karena
harus melalui proses evaluasi dan berbagai mekanisme
lainnya, baru pada tahun ketiga (2010) pengelolaan
dana tersebut dianggap sudah bisa dilimpahkan
pengelolaannya kepada kabupaten/kota.
Pun demikian, lanjut Sulaiman, masih harus dilakukan
pembahasan lanjutan sehingga saat dana itu dikelola
oleh masing-masing kabupaten/kota di Aceh. Sehingga
mekanisme penggunaan anggarannya lebih jelas, dan
program pembangunan yang direncanakan bisa berjalan
lancar sesuai dengan harapan seluruh komponen
masyarakat, pungkasnya.
Partai terbuka
Sementara itu, dalam sambutannya saat membuka Musda
III Partai Golkar Kabupaten Nagan Raya, Sulaiman Abda
menyatakan, Partai Golkar di seluruh Aceh terbuka bagi
siapa saja yang ingin bergabung, termasuk pindahan
dari partai lain. Prinsip ini dianut dengan tujuan
untuk memajukan partai, sekaligus meningkatkan
pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Di sisi lain, ia meminta kepada seluruh pengurus
partai Golkar supaya terus meningkatkan silaturahmi
sesama anggota, sekaligus dapat memenangkan partai
berlambang pohon beringin tersebut saat pemilu
mendatang. Sehingga berhasil meraih kursi yang lebih
banyak lagi, guna menempatkan kader partai guna
memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Nagan Raya, Drs T Zulkarnaini
dalam sambutannya meminta kepada siapa saja yang
nantinya terpilih sebagai ketua umum partai dimaksud,
supaya dapat memajukan partai sekaligus mampu
membangun kantor di wilayah itu. Pasalnya sejak
kabupaten pemekaran itu lahir sampai kini, Partai
Golkar Nagan Raya belum punya kantor permanen.
Belum diketahui
Hingga berita ini diturunkan sore kemarin, belum
diketahui pasti jumlah bakal calon yang akan maju
sebagai Ketua Umum Partai Golkar Nagan Raya 2010-2015.
Hingga pukul 16.00 WIB kemarin, sejumlah panitia dan
keanggotaan musda untuk memilih calon pimpinan
organisasi tersebut belum terbentuk. Humas panitia
pelaksana musda, T Ridwan kepada Serambi menyatakan,
pihaknya belum bisa memastikan kapan pemilihan ketua
ataupun sejumlah agenda bisa dilakukan. Karena masih
menghubungi sejumlah komcab ataupun para pengurus
partai, guna membentuk struktur pemilihan.(edi) |