FeedbackSubscribeRelated LinksContact Us
 
      POLITIK DI ACEH
 
 

 Aceh-Eye Politik di Aceh Laporan Media..
   POLITIK DI ACEH - LAPORAN MEDIA
Hari Ini, DPRA Tetapkan Pimpinan

Serambi Indonesia
Senin, 16 November, 2009

* PA Usul Dua Nama, Ketua dan Wakil Ketua III

BANDA ACEH: Para anggota DPR Aceh, Senin (15/11) hari ini, mengikuti sidang paripurna untuk memilih empat pimpinan DPRA yang akan diusulkan ke Mendagri untuk dikukuhkan menjadi Pimpinan defenitif DPRA periode 2009-2014. Proses penentuan pimpinan dipastikan tidak mengacu kepada UU Nomor 27 tahun 2007, melainkan kepada tata tertib (tatib) yang telah disahkan pekan lalu.

Wakil Ketua DPRA, Amir Helmi yang dikonfirmasi Serambi, Minggu (14/11) membenarkan bahwa agenda DPRA hari ini adalah menetapkan pemilihan pimpinan DPRA definitif. Untuk agenda itu, Ketua Sementara DPRA, Hasbi Abdullah telah menandatangani undangan untuk rapat paripurna hari ini. Amir juga mengakui, pemilihan pimpinan DPRA periode 2009-2014 akan mengacu pada tata tertib yang telah disahkan Pimpinan Sementara DPRA pekan lalu, setelah disetujui mayoritas anggota DPRA dalam sidang paripurna.

Ini artinya, hanya ada tiga partai saja yang bisa mengusulkan calon pimpinan. Karena dalam pasal 53 ayat 1) Tatib DPRA yang telah disahkan disebutkan yang bisa mengusulkan calon pimpinan adalah partai politik nasional atau partai politik lokal yang punya fraksi penuh di DPRA. Dari 11 partai politik yang meraih kursi di DPRA, hanya tiga partai yang memiliki fraksi penuh minimal 7 orang, yaitu Partai Aceh meraih 33 kursi, Partai Demokrat 10 kursi, dan Partai Golkar 8 kursi.

Informasi yang diperoleh Serambi, Partai Aceh telah mengirimkan nama Drs H Hasbi Abdullah untuk duduk sebagai Ketua DPRA. Partai Demokrat mengirimkan nama H Amir Helmi untuk menduduki posisi Wakil Ketua I, dan Partai Golkar mengirimkan nama Drs H Sulaiman Abda untuk duduk pada kursi Wakil Ketua III. Sedangkan kursi Wakil Ketua III akan dipilih secara terbuka dalam sidang paripurna hari ini.

Jatah kursi wakil ketua III inilah yang sempat menjadi bahan perdebatan alot. Pasalnya, jika mengacu kepada UU Nomor 27 tahun 2009, jatah kursi Wakil Ketua III DPRA itu adalah milik PAN, karena mereka merupakan peraih kursi terbanyak keempat, setelah Partai Aceh, Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Namun, karena penetapan pimpinan mengacu pada tatib yang telah disahkan beberapa waktu lalu, maka PAN tidak cukup syarat untuk mengajukan nama calon pimpinan. Pasalnya, dalam pasal 53 ayat 1) Tatib DPRA disebutkan bahwa yang bisa mengusulkan calon pimpinan adalah partai politik nasional atau partai politik lokal yang punya fraksi penuh di DPRA, sedangkan PAN yang hanya mampu meraih lima kursi di DPRA dalam pemilu lalu, tidak bisa cukup syarat untuk membentuk satu fraksi penuh.

Berdasarkan konfirmasi Serambi dari pengurus Partai Demokrat, Golkar, dan Partai Aceh, kemarin, dapat dipastikan kursi ketiga ini akan diduduki oleh kader dari Partai Aceh. Pasalnya, Ketua Kelompok Partai Golkar Aceh, Husin Banta dan Sekretaris Partai Demokrat Aceh, Amir Helmi, menyatakan pihaknya tidak akan mengusulkan nama calon untuk ikut dalam bursa pemilihan Wakil Ketua III DPRA yang dilaksanakan hari ini.

Sementara petinggi Partai Aceh, Hasbi Abdullah mengakui jika partainya akan mengirim satu nama calon pimpinan lagi untuk ikut dalam bursa pemilihan Wakil Ketua III DPRA. Berdasarkan rapat internal pengurus Partai Aceh, kata Hasbi, disepakati nama yang dikirimkan sebagai calon wakil ketua III adalah, Ridwan Abdullah. “Sampai malam ini (tadi malam-red), masih nama itu, apakah ada perubahan lain atau muncul nama lain saya belum mendapat informasi,” ujar Hasbi.

Hasbi Abdullah berharap pemilihan pimpinan DPRA periode 2009-2014, bisa berjalan lancar, sehingga tidak mengganggu jadwal pengiriman empat nama pimpinan DPRA ke Mendagri untuk di-SK-kan. Menurut rencana, pengusulan nama ke Mendagri akan dilakukan pada, Selasa (16/11). “Ini sangat penting, karena jika pengesahan tatib dan pimpinan DPRA bisa tuntas akhir bulan ini, maka agenda DPRA bulan depan adalah membahas RAPBA 2010. Jika penerbitan SK dari Mendagri dan pengukuhan serta pelantikan Pimpinan DPRA yang definitif terlambat, konsekwensinya pembahasan APBA 2010 nya pada bulan depan molor lagi,” demikian Hasbi Abdullah.(her)

 
 
  Copyright © 2012. aceh-eye.org all rights reserved. Pendapat dan saran silahkan kirim email kepada: programmes@eyeonaceh.org