FeedbackSubscribeRelated LinksContact Us
 
      LINGKUNGAN HIDUP
 
 

 Aceh-Eye Lingkungan Hidup Konflik Hewan dan Manusia Media..
   KONFLIK HEWAN DAN MANUSIA
Gajah Sebabkan Warga Mengungsi, Gangguan Meluas ke Teunom

Serambi Indonesia
Selasa, 25 November, 2008

CALANG: Sedikitnya 12 kepala keluarga (KK) penduduk Cot Pange, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, sudah dua hari ini mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka takut diamuk gajah liar, sebagaimana dialami M Wali, warga setempat, yang Sabtu (22/11) dini hari tewas di kaki gajah.

Dilaporkan juga bahwa kawanan gajah yang sebelumnya hanya muncul di Kecamatan Sampoiniet, kini meluas ke Kecamatan Teunom, sebagaimana dikatakan Koordinator Mukim Sampoiniet, Iskandar Nusa, kepada Serambi, Senin (24/11).

Menurutnya, sudah 12 KK penduduk di Cot Pange memilih ke luar dari desa mereka, karena khawatir sewaktu-waktu gajah bisa saja muncul ke desa mereka. “Saking takutnya terhadap gangguan gajah, warga yang mengungsi pun ikut membawa hewan piaraan mereka ke tempat pengungsian,” ungkap Iskandar Nusa.

Rumah para warga yang mengungsi itu, kata Iskandar, umumnya tak jauh dari rumah M Wali yang Sabtu lalu meninggal setelah “diculik” gajah dari rumahnya, lalu dihabisi.

Warga setempat juga sering dilanda ketakutan pada malam hari, karena gangguan gajah justru kerap muncul pada waktu malam.

Menurut Iskandar, sejumlah penduduk lain di desa itu sudah tiga hari ini takut ke kebun, sehingga kebunnya dibiarkan telantar. “Mereka tak berani ke kebun, karena hingga kini gajah masih belum menjauh dari desa,” ujarnya.

Mewakili warga sedesanya, Iskandar mengharapkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh bisa segera mengirim tim penghalau atau penjinak gajah ke daerahnya, sehingga kecemasan warga segera teratasi.

Kecuali di Sampoiniet, gajah juga muncul di tiga desa dalam Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, meliputi Desa Lhok Guci, Tuwi Kareng, dan Tuwi Pria sejak dua hari lalu.

Ansari, anggota DPRK Aceh Jaya asal Teunom, menyatakan Pemkab Aceh Jaya harus segera mendesak BKSDA untuk segera turun ke Aceh Jaya, mengingat gangguan gajah sudah sangat mencemaskan. “BKSDA juga diminta tidak hanya duduk manis, karena gangguan gajah sudah sangat parah dan telah menyebabkan tewasnya manusia,” tukas Ansari. (riz).

 
 
 
  Copyright © 2007. aceh-eye.org all rights reserved. Pendapat dan saran silahkan kirim email kepada: webmaster@aceh-eye.org