|
Harian Analisa
Jum'at, 29 Mei, 2009
Takengon: Vogo Kora, salah satu perusahaan terbesar dari Korea
menjajaki sejumlah bidang perkebunan untuk melakukan penanaman
investasi di Aceh Tengah. Rombongan dari Korea itu diterima oleh
Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM, di Pendopo Takengon,
Selasa (26/5).
Rombongan investor Vogo Kora terdiri dari Lee In Sik (direktur), Kim
Gie Young (presiden direktur), Hendi (asisten manager) dan
Bajarruddin (manager). Bidang perkebunan yang akan dijajaki adalah
perkebunan kopi, kelapa sawit, dan kayu. Sedangkan untuk bidang
pertanian kemungkinan bidang perikanan.
Menurut Nasaruddin, Pemda Aceh Tengah menawarkan pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Air, (PLTA III) dari PLTA I dan II
Peusangan, prosesing, pertambangan dan perkebunan kopi. Kunjungan
investor Korea tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Pemda
Aceh Tengah sebelumnya ke Korea.
Sebenarnya kata bupati, Aceh Tengah memiliki potensi yang cukup
besar dan melimpah. Untuk bidang PLTA saja daerah tersebut dapat
dibangun mulai dari PLTA III sampai XI.
Pemda berharap adanya investor yang akan menanamkan modalnya di Aceh
Tengah, akan membuka peluang untuk pemerintah setempat untuk ikut
menanamkan sahamnya. Selain itu, daerah dingin dengan sentra
buah-buahan itu sangat memungkinkan untuk dibangun sebuah prosesing
berskala besar.
Produk-produk yang telah diolah dapat langsung diekspor. Menurut dia,
prosesing yang ada selama ini masih berskala kecil. Pemda Aceh
Tengah maupun calon investor dari Korea itu belum menjelaskan kapan
akan dilakukannya investasi itu.
Rombongan dari Vogo Kora juga meminta data-data menyangkut tentang
luas lahan perkebunan kopi rakyat, total produksi dan jenis-jenisnya.
Nasaruddin menambahkan bentuk biji kopi yang diperlihatkan oleh
rombongan investor dari Korea itu belum seberapa dibanding dengan
produk kopi Gayo yang memiliki kualitas tinggi. (jd) |