|
Harian Waspada
Kamis, 15 Juli, 2010
BANDA ACEH: Investor Korea Selatan (Korsel) akan membangun sebuah
pabrik pengolahan bijih besi menjadi barang setengah jadi di
Provinsi Aceh, dengan nilai investasi awal mencapai 1 juta dolar AS.
"Dana ini sebagai jaminan kesungguhan swasta Korsel investasi di
Aceh. Nota kesepahaman kerja sama telah ditandatangani Korsel dengan
gubernur Irwandi Yusuf," kata Kabag Humas Sekda Aceh, Nurdin F Joes,
malam ini
Swasta Korsel yang akan menanamkan investasi di Aceh itu adalah
J.S.K International Resources Co. Ltd and Consortium. Perusahaan ini
bergerak di bidang pertanian, tambang, tekstil dan pemanfaatan serta
pengolahan sumber daya alam lainnya.
Nurdin menyebutkan dalam nota kerja sama itu meliputi bidang
pertambangan, pabrik pemurnian bahan baku mentah dan pengolahan
bijih besi menjadi billet (besi setengah jadi).
Menurut dia, nota kerja sama ini ditandatangani Gubernur Irwandi
Yusuf dan Wakil dari J. S.K Internasional Resources Co.Ltd and
Consortium, yakni Park Sin Jae di Banda Aceh pada 11 Juli 2010.
Gubernur Banda Aceh, Irwandi Yusuf menyatakan, bahwa kerja sama
tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sektor
pertambangan serta peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah
(PAD) di masa mendatang.
Berdirinya pabrik pemurnian dan pabrik pengolahan bijih besi yang
siap ekspor itu juga akan mampu menyerap tenaga kerja, dengan
harapan dapat mengurangi pengangguran di provinsi ujung paling barat
Indonesia tersebut.
Gubernur menekankan, dalam implementasinya nanti, sesuai dengan isi
perjanjian, segala kegiatan eksploitasi maupun eksplorasi tetap
berada dalam koridor pelestarian dan penjagaan lingkungan.
Orang nomor wahid di Aceh itu meminta studi kelayakan atau analisis
dampak lingkungan (AMDAL) agar bisa dijalankan dengan baik oleh
pihak investor sebelum segala proyek dikerjakan.
"Saya minta aktivitas eksploitasi dan eksplorasi dilaksanakan sesuai
dengan prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia,"
pungkas Irwandi Yusuf. |