|
Serambi Indonesia
Selasa, 21 September, 2010
* Pilot Project Sabang, Sinabang dan Tapaktuan
BANDA ACEH: Investor asal Korea dikabarkan tengah menjajaki potensi
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB). Bila
rencana tersebut terwujud, tahap awal pembangunan pembangkit akan
dilakukan di Tapaktuan, Sinabang dan Sabang.
“Pihak Korea saat ini sedang menjajaki. Surveynya sudah dilakukan di
Tapaktuan, sekarang kita tinggal tunggu keputusan mereka,” kata
General Manager (GM) PT PLN (Persero) Wilayah Aceh, Zulkifli, kepada
Serambi, Senin (20/9).
Pihaknya belum mengetahui pasti kapan kira-kira keputusan tersebut
keluar, namun diharapkan bisa diketahui segera sehingga pelaksaan
pembangunannya bisa langsung dilakukan dalam tahun ini juga. “Kalau
mereka sudah siap secara teknis, kita bisa langsung teken MoU dan
kontrak kerja samanya,” imbuh Zulkifli.
Sesuai dengan usulan yang diajukan pihak PLN Aceh, survey dilakukan
di Tapaktuan, Sinabang dan Sabang. Masing-masing daerah diusulkan
dibangun pembangkit PLTB berkapasitas 10 Mega Watt (MW).
“Kita berharap PLTB ini jadi. Kita minta tahun ini juga. Mereka
sudah survey Tapaktuan. Kalau berhasil, ini cukup menggembirakan.
Sepanjang barat selatan akan langsung kita pasang,” imbuh Zulkifli.
Di samping itu, pihak Korea juga berencana menjadikan kantor PLN
wilayah Aceh sebagai pilot project penerapan listrik tenaga surya
(mata hari). “Pihak Korea sudah setuju menerapkannya di kantor PLN
ini. Selama ini baru diterapkan pada sejumlah lampu di tepi kali,”
ujar Zulkifli.
Mandiri energi
Pemanfaatan sumber energi terbarukan ini merupakan salah satu upaya
PLN dalam menjadi Aceh mandiri energi tahun 2012 nanti. Saat ini,
upaya yang telah dilakukan PLN adalah dengan menyewa mesin
pembangkit yang ditempatkan disejumlah daerah di Aceh. “Target kita
Aceh Mandiri Energi terlaksana tahun 2012 nanti seiring
beroperasinya pembangkit di Nagan Raya,” imbuh GM PLN Aceh
tersebut.(yos) |