FeedbackSubscribeRelated LinksContact Us
 
      PENGEMBANGAN EKONOMI
 
 

 Aceh-Eye Pengembangan Ekonomi Investasi Asing Infrastruktur..
   INFRASTRUKTUR
Jalan Meulaboh-Banda Aceh Selesai 2009

Serambi Indonesia
Senin, 11 Desember, 2006

BANDA ACEH: Deputy Mission Director USAID - Indonesia, Rob F Cunnane menyatakan, pembangunan kembali jalan Banda Aceh-Meulaboh ditargetkan selesai pada tahun 2009. Saat ini sepanjang 40 Km telah dikontrakkan oleh USAID kepada PT Wijaya Karya (Wika).

Hal itu diungkapkan Rob F Cunnane kepada Serambi melalui teleconfren langsung dari kantor Pusat USAID di Jakarta ke Kantor Perwakilannya di Banda Aceh di Lantai III Kantor Gubernur NAD, Jumat (8/12). Cunnane kembali menyatakan komitmen pihak USAID untuk menuntaskan pembangunan jalur Banda Aceh-Meulaboh. Karenanya, masyarakat sepanjang jalur itu termasuk kalangan birokrat dan politisi di Aceh, tak perlu khawatir dengan komitmen tersebut.

Ia mengatakan, pada prinsipnya USAID ingin pembangunan kembali ruas jalan Banda Aceh-Meulaboh bisa selesai secepat mungkin, agar masyarakat Aceh bisa menggunakannya kembali sebagai jalur transportasi darat yang sangat aman dan nyaman.

Namun setelah pihak USAID turun ke lapangan bersama konsultan Parson dan Pemda serta BRR, banyak ditemukan berbagai kesulitan. Kesulitan yang dihadapi saat ini adalah belum selesainya pembebasan tanah masyarakat yang terkena teras jalan baru yang akan dibangun.

Pembangunan kembali jalan Banda Aceh - Meulaboh itu, katanya, merupakan proyek sangat penting buat pemerintah Amerika di Indonesia pascabencana gempa dan tsunami.

Karena itu, dari 450 juta dolar AS bantuan yang disalurkan pemerintah Amerika untuk penanganan pascabencana gempa dan tsunami, senilai 245 juta dolar AS dialokasikan untuk membangun kembali ruas jalan Banda Aceh - Meulaboh yang telah terputus dan rusak akibat bencana gempa dan tsunami dua tahun lalu.

Pembangunan jalan Banda Aceh - Meulaboh itu dibagi dalam dua tahap, yaitu Calang - Meulaboh, dan Calang - Banda Aceh. Untuk tahap pertama dengan ruas jalan Calang - Meulaboh pembiayaannya didanai melalui bantuan JICS dari Jepang, sedangkan untuk ruas jalan Calang - Banda Aceh didanai oleh USAID. Untuk ruas jalan Calang - Meulaboh pekerjaan fisiknya sudah mulai dikerjakan dan kini hampir rampung. Sementara ruas jalan Banda Aceh - Calang yang dibiyai oleh USAID baru dikerjakan bulan lalu sepanjang lima kilo meter di Kecamatan Lhong Aceh Besar dari 40 Km yang telah dikontrakkan USAID kepada PT Wijaya Karya.

Ruas jalan Banda Aceh - Calang yang dibiayai oleh USAID ini akan tersambung dengan ruas jalan Calang - Meulaboh yang didanai oleh JICS. Namun sebagian ruas jalan Calang - Meulaboh yang bersifat by pass atau jalan tembus lurus sepanjang 13,5 Km mulai dari Alue Raya sampai Suak Timah pelaksanaan kontruksinya akan dibiayai USAID. Kecuali itu masih ada jalan tembus atau lurus lainnya menuju ke Kota Meulaboh sepanjang 4 KM juga akan dibiayai oleh USAID pelaksanaan kontruksinya.

Doughlas M Caskill, salah seorang staf ahli konsultan Parson yang didampingi Nanang, di kantornya di Geucue Komplek Jalan Kstaria kepada Serambi mengatakan, titik nol pembangunan jalan Banda Aceh - Meulaboh itu dimulai dari depan Masjid Raya Baiturrahman.

Sepanjang lima kilo meter mulai dari depan Masjid Raya Baiturrahman sampai Desa Lamtemen, kegiatan yang dilakukan USAID adalah pemeliharaan jalan. Dari Desa Lamtemen sampai Jembatan Krueng Raba di Lhoknga sepanjang 15 Km, pekerjaan jalan yang dilakukan adalah peningkatan jalan. Berarti akan ada pengaspalan hotmix baru. Sedangkan dari jembatan Krueng Raba sampai Kota Calang, sepanjang 104,5 Km kegiatan pekerjaan jalan yang akan dilakukan adalah rehab jalan bagi yang tidak putus dan rusak, dan rekontruksi atau pembangunan jalan baru dan pengaspalan hotmix terhadap rute jalan yang telah putus.

Selain merehab dan membangun jalan baru, kata Nanang, USAID juga akan membangun 28 unit jembatan untuk jalur Banda Aceh - Calang. Membangun jembatan baru sebanyak 28 unit itu merupakan pekerjaan yang besar dan berat, serta membutuhkan waktu yang sedikit panjang.

Jembatan yang akan dibangun pada 28 titik sungai untuk ruas jalan Calang - Banda Aceh adalah jembatan rangka baja, tapi memiliki sisi sayap kanan kiri sepanjang satu meter untuk bisa dilalui oleh pejalan kaki. Untuk jembatan sepanjang 50 meter saja membutuhkan biaya sekitar Rp 7,4 miliar.

USAID mentargetkan pembangunan jalan dan jembatan untuk ruas jalan Banda Aceh - Meulaboh tersebut baru akan selesai pada akhir 2009 mendatang, menurut Rob, karena kesulitan di lapangan. Target itu bisa tercapai, apabila pemerintah daerah dan BRR mampu menyelesaikan pembebasan tanah untuk ruas - Jalan Banda Aceh - Meulaboh pada akhir Maret 2007 mendatang.

Harapan itu disampaikan, kata Rob dan Parson, tujuannya agar ruas jalan Calang - Banda Aceh sepanjang 104,5 Km, di luar yang telah dikontrakkan kepada PT Waskita Karya, yang proses tender proyeknya saat ini sedang dilakukan di Jakarta oleh USAID, pada bulan Maret 2007 mendatang, pekerjaan fisiknya sudah bisa di mulai.(her).

 
 
 
  Copyright © 2007. aceh-eye.org all rights reserved. Pendapat dan saran silahkan kirim email kepada: webmaster@aceh-eye.org