|
Serambi Indonesia
25 Januari 2011
Sigli: Kandungan emas di Kecamatan Tangse, Geumpang, dan Mane, Kabupaten Pidie, hingga kini masih misteri jumlahnya. Beberapa perusahaan yang memperoleh izin eksplorasi mengaku belum bisa merincikan kandungan logam mulia di sejumlah titik yang sudah dieksplorasi. Begitupun, indikasi adanya emas di wilayah ini tak lagi diragukan. Bahkan, seribuan warga kini menggantungkan hidupnya pada kegiatan penambangan yang belum formal ini.
Informasi penting itu terungkap dalam pemaparan hasil eksplorasi tiga perusahaan tambang emas yang berlangsung di Gedung DPRK Pidie, Senin (24/1). Ketiga perusahaan itu adalah PT Megallanic Garuda Kencana, PT Century Goups, dan PT East Asia Kanada.
Pertemuan tersebut difasilitasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop & UKM) Kabupaten Pidie. Selain dihadiri Bupati, Ketua DPRK, dan unsur Muspida Pidie, juga dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Geumpang-Mane dan Tangse. Hadir pula unsur Kadin, Komite Peralihan Aceh (KPA), aktivis LSM, kepala dinas di wilayah itu, serta camat setempat.
Ketua DPRK Pidie, Muhammad AR mengatakan, isu bahwa banyak emas di wilayah Pidie perlu ditransparankan kepada publik. "Tujuan pertemuan ini adalah juga untuk mengevaluasi sejauh mana hasil eksplorasi tambang emas yang dilakukan di Pegunungan Geumpang, Mane, dan Tangse," ujarnya.
Muhammad meminta adanya kejelasan dari tujuan akhir eksplorasi, karena setiap kali kunjungan Pansus DPRK ke wilayah tersebut masyarakat selalu mempertanyakan sejauh mana sudah proses eksplorasi di Geumpang itu. "Apa kontribusi yang diberikan perusahaan pendulang emas kepada Pidie?" gugat Ketua DPRK Pidie ini.
Kepala Disperindagkop & UKM Pidie, H Said Mulyadi menjelaskan, hingga kini para perusahaan mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) hanya untuk eksplorasi.
Menurutnya, ada lima perusahaan penambang emas yang komit melakukan eksplorasi lokasi kandungan emas di Kecamatan Tangse, Mane, dan Geumpang, seluas 50.000 hektare (ha). Yaitu PT Bayu Kamona Karya, PT Bayu Nyohoka, PT Krueng Bajikan, PT Magelanik Garuda Kencana, dan PT Parahita Sanu Setia.
Kemudian ada lagi PT Halimun Meugah Jaya serta Century Groups. Perusahaan tersebut juga menjalin kerja sama dengan PT East Asia asal Kanada. Perusahaan Kanada itu akan berakhir izin eksplorasinya pada Desember 2012. Perusahaan asal Kanada ini bekerja sama dengan empat perusahaan yang melakukan eksplorasi di Pidie, salah satunya PT Halimun Meugah Jaya, milik KPA.
Akan usir
Bupati Pidie, H Mirza Ismail SSos di hadapan peserta pertemuan itu dengan tegas menyatakan bahwa dirinya yang telah memberi izin eksplorasi bagi perusahaan-perusahaan pertambangan tersebut. Izin dimaksud hanya sebatas eksplorasi atau untuk melakukan survei terkait adanya dugaan kandungan emas di Pegunungan Tangse, Mane, dan Geumpang.
"Lalu, jika ada perusahaan yang mengangkangi izin eksplorasi atau melakukan tindakan di luar apa yang diatur di dalam izin, maka akan saya usir perusahaan itu. Oleh sebab itu, semua perusahaan saya minta melaporkan hasil evaluasi eksplorasi yang sudah dilakukannya," tegas Bupati Pidie.
Ia tambahkan, tiap kali pemerintah daerah memberikan izin kepada perusahaan tambang emas, itu berarti pemerintah setempat siap bertanggung jawab terhadap pengeluaran Izin Usaha Pertambangan (IUP)-nya. Untuk itu, masyarakat tidak perlu mencurigai aktivitas yang telah dilakukan perusahaan terhadap eksplorasi emas di Geumpang dan sekitarnya.
Apalagi, kata Bupati Mirza, selama ini ada anggapan miring dari masyarakat bahwa perusahaan tambang itu telah mengangkut emas dari Geumpang menggunakan helikopter. Selain itu, diisukan bahwa bongkahan batu yang mengandung emas diangkut menggunakan truk ke Medan (Sumatera Utara).
"Isu itu tidak benar. Soalnya, perusahaan itu saat ini sedang melakukan eksplorasi alias survei. Jadi, bukan mengambil emas, seperti disangka masyarakat. Kami sebagai pemerintah daerah siap bertanggung jawab," kata orang nomor satu di Pidie ini.
Batuan emas
Dalam pertemuan itu, pemaparan pertama diawali oleh Erwin dari PT Megallanic Garuda Kenana. Menurutnya, dua tahun sudah mereka melakukan eksplorasi di Pidie, hingga kini pihaknya baru sebatas melakukan survei. Artinya, mencari di mana batuan yang diduga mengandung kadar emas. Tapi belum juga ditemukan kandungan emas dimaksud.
Selanjutnya, Thomas Mulya dari PT Century Groups mengemukakan secara blak-blakkan bahwa di Kecamatan Geumpang memang ada tanda-tanda bebatuan yang diperkirakan mengandung emas. Sedangkan di Tangse diperkirakan ada tanda-tanda bebatuan yang mengandung tembaga.
Dia jelaskan, dalam studi kelayakan proses eksplorasi menelan waktu antara tiga hingga delapan tahun. Hingga kini jumlah dana yang sudah mereka habiskan untuk proses eksplorasi mencapai USD 2 miliar atau sekitar Rp 2 triliun. Proses eksplorasi juga harus dilanjutkan dengan tahapan-tahapan berikutnya hingga sampai ke eksploitasi.
Menurutnya, daerah yang memiliki tambang emas bisa mengantongi pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar. Malah di salah satu daerah di Sumatera Barat, pemdanya meraup PAD sampai 110 juta dolar AS dari PAD tambang emas. "Jadi, mustahil jika eksplorasi tanpa menguntungkan daerah," ujar pria berperawakan tinggi besar ini.
Pemaparan ketiga disampaikan Alrizal dari PT East Asia asal Kanada. Ia mengaku, tahapan eksplorasi mereka akan berakhir pada Desember 2012. Hingga kini pihaknya sudah menginvestasi kurang lebih Rp 67 miliar. Adapun pendapatan yang sudah diperoleh sekitar Rp 36 juta dari 15.000 sampel bebatuan.
"Kita perkirakan dari 15 ribu sampel mengandung kandungan emas cukup kecil jika dikalkulasi dengan rupiah sekitar Rp 36 juta. Ada bebatuan ditemukan mengandung kandungan emas, namun sangat kecil jumlahnya," katanya.
Dalam pertemuan yang dipimpin Sekda Pidie M Iriawan SE itu juga berlangsung tanya jawab. M Sabi Basyah, tokoh masyarakat Geumpang, mempertanyakan sejauh mana eksplorasi emas sudah dilakukan. Ia juga meminta perusahaan memberi jaminan asuransi demi keselamatan tenaga kerja pendulang emas.
Anggota DPRK Pidie, Khairil Syahrial mempertanyakan sejauh mana jumlah cadangan emas dan kontribusi perusahaan untuk anak-anak di Pidie. Perwakilan East Asia, Alrizal menjawab pertanyaan ini. Bahwa menurutnya belum dapat diungkapkan secara pasti jumlah kadar emas di Pidie, karena pihaknya harus melakukan tahapan-tahapan eksplorasi lanjutan.
Menyangkut kontribusi untuk anak di Pidie, ia mengaku akan membicarakan hal itu dengan perusahaan dan akan diprioritaskan. Thomas Mulya dari Century Groups juga menambahkan bahwa untuk mengetahui secara detail jumlah cadangan emas di Pidie, haruslah dilakukan eksplorasi lanjutan. "Kita akan beri tahukan segera kepada pemerintah kabupaten dan dewan secepatnya jika tahapan ini sudah kita lakukan," katanya. |