|
Harian Analisa
Selasa, 30 Desember, 2008
Kantor Jaringan Dagang Aceh-Kelantan Dibuka
Banda Aceh: Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)
memberi garansi bahwa Aceh aman, damai bagi para investor untuk
berinvestasi di Aceh. Sebab, potensi Aceh saat ini sangat terbuka
untuk bisa digarap dalam berbagai bidang dan sektor.
Wakil Gubernur Muhammad Nazar mengungkapkan, indikator keamanan dan
kedamaian ini bisa dirasakan sendiri oleh berbagai pihak. Karenanya,
tak ada alasan lagi bagi investor untuk takut melakukan dan
mengembangkan dunia usahanya di Aceh.
“Kita beri garansi bahwa Aceh aman dan tak perlu dikawatirkan lagi
untuk bisa berinvestasi,” tegas Wagub dalam sambutan tertulis yang
dibacakan Sekdaprov Aceh Husni Bahri TOB saat pembukaan kantor
jaringan dagang (IMT-GT) Aceh-Kelantan Malaysia, Senin (29/12) di
Banda Aceh.
Dengan dibukanya kantor jaringan dagang Aceh-Kelantan ini, menurut
Sekdaprov merupakan satu moment yang bagus bagi para pengusaha Aceh
untuk bisa lebih berperan guna meningkatkan hubungan dagang antara
keduabelah pihak.
Jika selama ini, dengan adanya IMT-GT, pergadangan Aceh belum
menampakan hasilnya yang cukup bermanfaat bagi masyarakat, maka
dengan adanya kantor ini akan lebih berdampak bagi masyarakat Aceh
secara menyeluruh.
“Kita tak berharap, saat ini kantor jaringan dagang ini di buka,
namun tak lama kemuadian akan tutup karena tak ada kegiatan yang
bisa dimanfaatkan para pedagang kita,” tegas Sekdaprov Husni Bahri
pada wartawan usai peresmian kantor tersebut.
Karenanya, Kadin sebagai wadah yang menaungi para pedagang baik Aceh
maupun Kelantan, bisa memanfaatkan moment ini semaksimal mungkin dan
semakin meningkatkan hubungan bisnis yang bermanfaat bagi kedua
daerah.
Potensial
Sementara Ketua Perdagangan dan Perindustrian Negeri Kelantan
Malaysia Dato Zulkifli Memet mengungkapkan, Kelantan melihat
banyaknya pedagang-pedangan kecil yang potensial di Aceh untuk bisa
dibina hubungan daganganya di antara kedua belah pihak.
“Tanpa kerjasama, perdagangan ini tak bisa dikembangkan dan
dilanjutkan,” ujar Zulkifli sembari menambahkan, melihat potensi
besar yang dimiliki Aceh inilah, Kelantan ingin mengembangkan usaha
dan kerjasamanya dengan Aceh.
Dikatakan, peranan kantor jaringan ini hanya sebagai mediator untuk
mempermudah usaha, nantinya para pengusaha Aceh dan Kelantan-lah
yang harus bisa memanfaatkan. Sehingga terjalinkerjasama yang baik
antara kedua daerah ini.
Sejauh ini, ujar Zulkifli, ada beberapa peluang usaha yang sangat
potensial yang perlu kembankan antara kedua belah pihak, seperti
bidang pendidikan, pariwisata, bisnis usaha, serta pertanian. Empat
bidang ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik.
Sedangkan Ketua IMT-GT Malaysia Dato Fauzi Najib menyatakan peranan
usaha Aceh saat ini sedang meningkat dan hal ini harus bisa mendapat
dukungan semua pihak. Sehingga jaringan perdagangan ini terus
berjalan dengan baik. “Dengan adanya kantor ini, tentunya diharapkan
semakin mempermudah usaha dagang yang akan dikembangkan lagi,” ujar
Dato Fauzi.(irn) |