|
8 Desember 2005
The United Nations Industrial Development Organization
(UNIDO), sebuah lembaga internasional di bawah
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang bergerak
dibidang pengembangan industri di negara-negara sedang
berkembang, sedang melaksanakan proyek percontohan
untuk Pengembangan Keterampilan Industri di 2 (dua)
Kabupaten di Aceh yaitu: Kabupaten Aceh Utara/Lhok
Seumawe dan Kabupaten Bireuen. Proyek ini dilaksanakan
dengan bekerja sama dengan the International Labour
Organization (ILO).
Proyek percontohan ini
bertujuan untuk memfasilitasi pembangunan kembali
perekonomian masyarakat di kedua Kabupaten tesebut
diatas, yang sempat terhenti akibat gempa bumi dan
tsunami, melalui kegiatan-kegiatan yang dapat
menghasilkan pendapatan dan menciptakan lapangan
pekerjaan. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan
antara lain:
Pendirian Fasilitas Pelayanan Umum (Common Service
Facilities) yang berfungsi sebagai pusat pelatihan
keterampilan industri bagi industri mikro/rumah tangga
untuk mengembangkan industri kerajinan kayu, rotan,
kerajinan mebel dan bahan bangunan dari bambu,
pengolahan makanan, menjahit dan bordir. Pusat
pelayanan umum ini akan menyediakan peralatan yang
diperlukan agar masyarakat dapat membuka usaha mikro/industri
rumah tangga setelah memperoleh pelatihan yang memadai.
Fasilitas pelayanan umum ini juga berfungsi sebagai
pusat pemasaran dan pusat informasi untuk
produk-produk yang dikembangkan dan pusat informasi
untuk lapangan pekerjaan. Untuk Kabupaten Aceh Utara,
industri yang akan dikembangkan antara lain adalah
mekanik, kerajinan bambu, pertukangan kayu, menjahit/bordir,
dan elektronik. Sementara untuk Kabupaten Bireueun
kegiatan proyek akan difokuskan pada pengembangan
industri pengolahan makanan (food processing) agar
industri kecil seperti industri pengolahan keripik dan
buah-buahan yang ada di Birueun dapat meningkatkan
produksi mereka baik secara kuantitas maupun kualitas
serta mampu bersaing dengan harga pasar.
UNIDO akan menyediakan peralatan, bahan pelatihan dan
tenaga pelatih sedangkan Pemerintah Daerah akan
menyediakan tempat pelatihan pada lokasi yang mudah
dijangkau oleh masyarakat dari beberapa desa
sekitarnya. Fasilitas pelayanan umum ini akan dikelola
oleh komite desa yang diangkat langsung oleh
masyarakat yang berasal dari 3 (tiga) atau 4 (empat)
desa terdekat. Komite ini akan bertanggung jawab
kepada masyarakat desa dan berkoordinasi dengan Geucik
demi kelangsungan, keberhasilan, dan pengembangan
proyek ini.
Pelatihan untuk meningkatkan kompetensi 10 instruktur
dari Balai Latihan Kerja di Lhok Seumawe dan Bireuen
yang akan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja Industri
di Singosari, Malang selama 2 minggu dari tanggal 5
s/d 17 Desember 2005. Pelatihan ini meliputi kejuruan
las listrik, otomotif diesel, teknik pendingin,
pertukangan kayu/mebel, instalasi listrik, dan
menjahit/bordir. Setelah mengikuti pelatihan
peningkatan keterampilan ini, kesepuluh instruktur
tersebut akan memberikan pelatihan kepada masyarakat
peserta proyek di fasilitas-fasilitas pelayanan umum
yang ada di Lhok Seumawe dan Bireuen.
Saat ini UNIDO yang
berkantor di Lhokseumawe sedang melakukan kajian di
lapangan untuk mencari lokasi yang paling tepat bagi
fasilitas pelayanan umum, dan untuk mengetahui bidang
keterampilan dan usaha kecil yang paling sesuai untuk
dikembangkan di kedua Kabupaten tersebut sesuai dengan
potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang
ada. Kajian lapangan dilakukan oleh Konsultan
internasional (Dennis Alexandersen) dan Koordinator
lapangan proyek (Hariadi) melalui koordinasi dengan
para pejabat di tingkat Kabupaten, kunjungan ke
beberapa perguruan tinggi, barak pengungsi, LSM lokal
dan sejumlah usaha kecil dan pusat pelatihan yang ada
di Aceh Utara, Lhokseumawe dan Birueun. |