FeedbackSubscribeRelated LinksContact Us
 
      BENCANA TSUNAMI
 
 

 Aceh-Eye Bencana Tsunami Respon Pemerintah Asing Canada..
    RESPON PEMERINTAH CANADA
Info Terbaru Mengenai Bantuan Canada atas Tragedi Tsunami

7 Februari, 2005 -- (03.00 p.m. EST-Eastern Standard Time*) No. 26

Bantuan Canada

Hari ini, Menteri Luar Negeri Pierre Pettigrew, Menteri Pertahanan Nasional Bill Graham dan Menteri Kerjasama Internasional Aileen Carroll, memberikan informasi terbaru tentang kontribusi Pemerintah Kanada terhadap usaha rehabilitasi dan rekonstruksi bagi negara-negara yang tertimpa musibah tsunami tanggal 26 Desember lalu.

Menteri Pertahanan Nasional Graham, juga mengumumkan Pasukan Kanada untuk Pertolongan Bencana (Canadian Forces Disaster Assistance Response Team atau DART) yang akan kembali dalam waktu dekat, setelah berhasil melaksanakan tugas pembebasan bagi para korban bencana. Kelompok pertama personil akan meninggalkan Kolombo, Sri Lanka, dengan pesawat komersial pada tanggal 14 Februari 2005, dan personil yang lain akan berangkat pada tanggal 24 Februari 2005, dengan menggunakan pesawat Polaris Canadian Forces CC-150.

“Kanada memegang peran penting sejak awal krisis, memberikan sumbangan $425 juta selama lima tahun untuk memenuhi kebutuhan perbaikan, rehabilitasi, dan rekonstruksi,”ungkap Menteri Pettigrew. “Kami telah bekerjasama secara aktif dengan pemerintah negara-negara yang tertimpa bencana, juga dengan rekan-rekan internasional kami, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menjamin bantuan Kanada dapat cepat sampai kepada yang membutuhkan.”

Anggota DART telah bekerja dengan sangat baik untuk menolong daerah yang tertimpa bencana untuk dapat pulih dari tragedi tersebut,” demikian ungkap Menteri Graham. “ Tentara kami yang profesional telah membuat perbedaan bagi kehidupan ribuan masyarakat Sri Lanka. Masyarakat Kanada patut bangga atas keberhasilan mereka.”

Tim medis DART telah memeriksa sekitar 5.500 pasien, sementara para insinyur telah menghasilkan lebih dari dua setengah juta liter air minum dan mengantar lebih dari 55.000 orang untuk menyeberangi sungai. Dengan kolaborasi bersama organisasi-organisasi internasional dan LSM, DART telah melaksanakan beberapa proyek komunitas, seperti perbaikan sekolah-sekolah, membersihkan puing-puing; serta pembangunan tempat penampungan sementara. DART secara efektif melengkapi usaha-usaha pemerintah lokal dan lebih dari 1000 LSM yang terdaftar di daerah Ampara. Sesuai dengan mandat DART, tugas-tugas tersebut dipercayakan kepada agensi-agensi yang akan melanjutkan pelayanan yang telah dimulai.

Sebagai bagian dari kontribusi Kanada terhadap bencana tersebut, pemerintah Kanada berjanji, sesuai dengan peraturan, Pemerintah Kanada akan memberikan sumbangan publik untuk kelompok-kelompok bantuan yang berkualitas. Masyarakat Kanada menanggapi hal ini, dengan menyumbangkan hampir $200 juta. Pada minggu-minggu yang akan datang Agensi Pembangunan Internasional Kanada (Canadian International Development Agency) akan mula menerima proposal untuk penggunaan uang tersebut.

“Seraya beralih dari bantuan kemanusiaan menuju rekonstruksi, saya ingin memberikan pujian yang sebesar-besarnya kepada para pekerja Kanada yang tak terhitung jumlahnya dan kepada masyarakat Kanada lainnya yang telah bekerja keras untuk membantu menangani krisis akibat bencana tersebut, “ kata Menteri Carroll. “Kanada telah memberikan bantuan yang sangat efektif dan dermawan terhadap para korban bencana kemanusiaan yang terburuk dalam sejarah.”

Pemerintah Kanada juga mengumumkan bahwa Kanada telah bertindak sebagai koordinator Kelompok Pemberi Bantuan Bilateral (Bilateral Donors’ Group) yang didirikan untuk mengkoordinasi pengantaran bantuan internasional di Sri Lanka. Kelompok ini diharapkan memainkan peran penting dalam pembicaraan yang sedang berjalan antara Pemerintah Kanada dan kelompok Liberation Tigers dari Tamil Eelam untuk membentuk mekanisme bersama untuk mengatur pemberian dana rekonstruksi. Mekanisme bersama ini diharapkan dapat membangun kepercayaan antara pihak-pihak yang terlibat.

Kanada juga telah membangun kantor sementara di Banda Aceh, Sumatera, Indonesia - Kanada merupakan salah satu dari negara-negara yang pertama membangun kantor pemerintah sementara semacam itu. Kantor ini akan memfasilitasi komunikasi dan koordinasi usaha-usaha Kanada dengan pemerintah lokal, pemberi bantuan yang lain, dan agensi internasional non-pemerintah. Kantor itu dibangun sebagai lanjutan dari kantor yang sebelumnya dibangun di Medan, Sumatera, Indonesia, yang dibangun beberapa hari sesudah terjadinya bencana Tsunami.

Di Thailand, melalui ketentuan ahli forensik dan kesehatan masyarakat, Kanada telah secara aktif membantu pemerintah Thailand dalam memenuhi kebutuhan para korban bencana, termasuk orang-orang Kanada dan orang-orang dari negara lain. Pemerintah Kanada juga melaporkan bahwa jumlah orang Kanada yang tewas atau diperkirakan tewas sebanyak tujuh, sedangkan yang hilang sejumlah 14. Usaha-usaha juga dilakukan di Ottawa untuk mengidentifikasi orang-orang hilang. Melalui berbagai usaha ini, Pemerintah Kanada untuk urusan Internasional telah memberikan bantuan kepada keluarga-keluarga Kanada sejumlah hampir 4000 orang yang diperkirakan berada pada daerah yang tertimpa bencana.

Untuk informasi terbaru mengenai segala aspek atas bantuan pemerintah Kanada terhadap krisis Tsunami, silahkan mengunjungi website: http://www.canada.gc.ca/tsunami.

 
 
  Copyright © 2012. aceh-eye.org all rights reserved. Pendapat dan saran silahkan kirim email kepada: programmes@eyeonaceh.org