FeedbackSubscribeRelated LinksContact Us
 
      BENCANA TSUNAMI
 
 

 Aceh-Eye Bencana Tsunami Respon Pemerintah Asing Canada..
    RESPON PEMERINTAH CANADA
Pernyataan Menteri Kerjasama Internasional atas Situasi di Asia Selatan dan Asia Tenggara Pada Tanggal 26 Desember 2004

Jenewa, Swiss
11 Januari, 2005

Bantuan atas Bencana Tsunami

Komentar diberikan oleh:

Aillen Carroll
Menteri Kerjasama Internasional

Pada Pertemuan untuk Pertolongan Kemanusiaan terhadap Komunitas-Komunitas yang Tertimpa Bencana Tsunami

(Periksa terhadap penyampaian komentar)

Atas nama Pemerintah dan rakyat Kanada, saya menyampaikan rasa berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada mereka yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai akibat bencana ini.

Minggu lalu, saya mengunjungi Banda Aceh. Ada dua kesan mendalam yang saya peroleh.

Pertama, kerusakan - terhadap kehidupan masyarakat, bangunan-bangunan, komunitas-komunitas- yang kesemuanya itu mencengangkan. Di kota Banda Aceh, perahu-perahu nelayan terlempar sampai berkilo-kilo meter dari laut. Saya berbicara dengan seorang pria yang kehilangan enam belas anggota keluarganya akibat bencana tsunami ini. Sangatlah sulit untuk membayangkan penderitaan pria tersebut.

Tetapi saya mendapat kesan kedua: optimisme dan hormat bagi para laki-laki dan perempuan yang telah membangun kembali hidup mereka. Di Banda Aceh, tim-tim sangat sibuk membersihkan puing-puing. Dan pria yang telah kehilangan banyak anggota keluarganya tadi, tetap teguh untuk membantu pekerja kemanusiaan, dan memberitahukan para pekerja tersebut ke mana mereka dibutuhkan.

Saya tidak ragu bahwa komunitas ini akan pulih dan membangun kembali kehidupannya dengan bantuan pemerintah mereka sendiri dan komunitas internasional.

Saya meyakinkan anda bahwa Kanada selalu siap membantu dengan cara apapun yang kami bisa …… selama bantuan itu dibutuhkan.

Perdana Menteri Kanada akan mengunjungi daerah tersebut pada minggu yang akan datang. Beliau akan membicarakan bagaimana Kanada dapat bekerjasama dengan teman-teman di daerah ini dan dengan seluruh dunia untuk menjamin bantuan internasional dapat sampai tepat waktu dan efektif.

Hari ini saya mengumumkan kembali pernyataan Perdana Menteri Martin atas bantuan $425 juta untuk negara-negara yang tertimpa bencana tsunami, di mana $265 juta akan diberikan untuk usaha pembebasan kemanusiaan dan rehabilitasi. Bantuan ini termasuk komitmen pemerintah Kanada untuk mendukung sumbangan dermawan dari orang-orang warga negara Kanada. Sebagai bagian dari paket bantuan ini, Kanada akan menyediakan $36 juta kepada UN Flash Appeal. Begitu pula, usaha rekonstruksi Kanada akan ditargetkan untuk pemulihan jangka panjang sehingga komunitas-komunitas dapat pulih dan membangun secara mandiri.

Prinsip bantuan kemanusiaan yang baik, menjadi pedoman kami. Pertolongan kami harus didasarkan pada kebutuhan, permintaan, fleksibel, dan terkoordinasi. Sementara kami mendukung peran utama dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam mengkoordinasi pertolongan kemanusaian internasional, adalah penting utnuk menjamin bahwa peran koordinasi ini didukung oleh negara-negara pemberi bantuan dan pemerintah yang tertimpa bencana. Hal yang tidak boleh diabaikan adalah untuk menghindari kerumitan, dan begitu banyak negara-negara pendonor, yang telah banyak menyumbang melalui bantuan pribasi dan komitmen, tetap tidak akan bersikap toleran terhadap sistem pengantaran bantuan yang tidak efisien, tidak efektif dan tidak sampai ke tangan para korban dan komunitas.

Pada saat yang sama, pertolongan kami terhadap bencana ini hendaknya tidak menjadi pemberian dana untuk krisis seperti yang terjadi di Sudan, Kongo, dan Haiti.

Untuk beberapa minggu terakhir, konsentrasi kami adalah untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan. Sementara hal ini akan menjadi fokus di beberapa area, perlu diperhatikan bahwa banyak komunitas yang telah siap untuk membangun kembali kehidupan mereka.

Sebagai contoh, di banyak desa nelayan yang tinggal di sekitar pantai Samudera Hindia, orang-orang tidak akan mampu untuk membangun kembali kehidupan mereka jika mereka tidak memiliki perahu. Mengembalikan kehidupan masyarakat adalah penyelamatan yang penting untuk menjamin bahwa jumlah kamp-kamp sementara untuk orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal adalah tetap sungguh-sungguh bersifat sementara.

Kunci dari usaha ini adalah hak asasi dan harga diri dari orang-orang yang tertimpa bencana. Komunitas yang tertimpa bencana hendaknya ikut berpartisipasi dalam usaha rekonstruksi dan juga bahwa perempuan merupakan bagian penting dalam proses ini. Meskipun beberapa area yang terkena tsunami merupakan daerah konflik, perlu diingat bahwa bantuan ini hendaknya tidak menambah ketegangan yang sudah eksis.

Kesempatan untuk membangun perdamaian harus diperjuangkan.

Bencana ini menggaris bawahi pentingnya memperkuat persiapan bencana dan mekanisme peringatan bencana secara global. Konferensi Kobe akan memberikan kesempatan untuk melanjutkan pembicaraan terhadap hal tersebut.

Selama beberapa minggu terakhir ini, kami telah diingatkan betapa kemiskinan terbentuk dari penderitaan akibat bencana alam semacam itu. Banyak orang di seluruh dunia yang hidup tanpa sarana untuk mengantisipasi, menyelamatkan diri, atau bersiap seara memadai untuk mengantisipasi krisis semacam itu. Gempa bumi, banjir, wabah penyakit, dan bencana kekeringan tidak seharusnya merampas hidup orang-orang miskin berulangkali.

Kekuatan kitalah yang dapat menghapus kemiskinan dan membangun dunia yang lebih aman, layak, dan sejahtera bagi semua orang. Bersama, kita dapat membuat perbedaan.

 
 
  Copyright © 2007. aceh-eye.org all rights reserved. Pendapat dan saran silahkan kirim email kepada: webmaster@aceh-eye.org