|
Siaran Pers
6 September, 2005
Para Menteri Australia dan Indonesia hari ini
mengumumkan alokasi dana sebesar AU$ 88 juta untuk
proyek-proyek rekonstruksi baru di Indonesia sebagai
bagian dari Program Kemitraan Australia Indonesia
untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (Australia
Indonesia Partnership for Reconstruction and
Development - AIPRD), yang merupakan program bantuan
terbesar dalam sejarah Australia.
Bendahara Negara Australia, Peter Costello, hari ini
berada di Banda Aceh dalam rangka pengumuman tentang
tambahan kontribusi Australia dalam rekonstruksi fisik
disaat Aceh membutuhkan. Hal ini akan membantu
pembangunan kembali dan rehabilitasi lebih banyak
sekolah, sarana kesehatan dan infrastruktur untuk
masyarakat.
Kini lebih dari AU$ 280 juta telah dialokasikan untuk
berbagai proyek, sejak diumumkannya bantuan AIPRD
sebesar AU$1 milyar delapan bulan yang lalu.
Komitmen baru tersebut memberikan dukungan tambahan
untuk Aceh, dimana berbagai upaya rekonstruksi
Internasional sudah mulai membuahkan hasil.
Saat tsunami melanda Aceh 26 Desember lalu, sekitar
150,000 anak tidak bisa bersekolah, lebih dari 500,000
orang kehilangan tempat tinggal, dan banyak tenaga
medis dan rumah sakit meninggal dunia. Lebih dari
240.000 bidang tanah tanpa bukti kepemilikan yang sah.
Bantuan Australia melalui AIPRD secara langsung
mencakup berbagai kebutuhan, seperti:
mendanai pelatihan lebih dari 1500 perawat, bidan, dan
tenaga administrasi bidang kesehatan.
pengadaan lebih dari 80 ton peralatan sekolah untuk 46
sekolah.
membantu 66 kelompok masyarakat membangun kembali
balai dan kantor desa yang menjadi pusat bagi upaya
pembangunan setempat.
mengerahkan tim pemetaan tanah masyarakat yang sudah
berhasil memetakan 1500 bidang tanah untuk pembangunan
kembali perumahan.
42 proyek konstruksi dari rancang bangun sampai
supervisi teknis.
Daerah lain di Indonesia juga akan mendapat manfaat
dari pengumuman ini. AIPRD mengalokasikan $25 juta
untuk Program Pengembangan Agribisnis Skala Kecil
(Smallholder Agribusiness Development Initiative) guna
meningkatkan efisiensi produksi di bidang hortikultura,
peternakan, dan perikanan.
Melalui program ini, akses teknologi bagi usaha
pedesaan dan praktek bisinis akan diperkuat, dan
kesulitan-kesulitan pokok seperti akses pasar,
kesenjangan pendanaan dan prasarana akan diatasi.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan standar
kehidupan dan mengurangi kemiskinan di daerah
pedesaaan Indonesia, yang menjadi tempat tinggal lebih
dari 135 juta jiwa.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Jenny DaRin +62 812 100 963
Mia Salim +62 812 107 0237 |