|
Siaran Pers
22 Juli, 2005
Rumah sementara yang dibangun untuk pertama kalinya di
wilayah Aceh yang hancur karena tsunami merupakan
hasil dari sumbangan A$3 juta dari Pemerintah
Queensland akan diserahkan ke penduduk setempat pada
hari Selasa, 26 Juli 2005, Perdana Menteri Queensland
Peter Beattie mengumumkan hari ini.
Dalam pengumuman tersebut Beattie ditemani oleh
Stephen Cook, Kepala Perwakilan Organisasi Migrasi
Internasional (IOM) di Indonesia yang terlibat secara
mendalam dalam rekonstruksi di Indonesia sejak
serangan tsunami.
“Pada tanggal 1 April tahun ini, IOM menandatangani
nota kesepahaman dengan Pemda Banda Aceh untuk
penyediaan 11,000 rumah sementara sebagai pemecahan
jangka pendek krisis perumahan di Aceh,” ujar Beattie.
“Gubernur Aceh meminta hingga 1,000 rumah untuk
dialokasikan bagi pegawai negeri yang kehilangan
tempat tinggal.
“Dana A$3 juta dari Pemerintah Queensland membiayai
sekitar 770 dari rumah-rumah tersebut - suatu proyek
yang telah disetujui oleh Pemerintah Federal.
“Saya berdiskusi dengan Cook di Indonesia ketika saya
memimpin misi perdagangan pada bulan April dan
membicarakan cara terbaik untuk membelanjakan dana
Pemerintah Queensland.
“Kami sependapat sangatlah penting untuk mengembalikan
pelayanan pemerintah di Aceh untuk membantu proyek
rekonstruksi dan rehabilitasi - dan supaya hal ini
bisa terlaksana, para pegawai negeri perlu diberi
tempat tinggal.
“Rumah kayu seluas 36 meter persegi memiliki sumber
air dan sambungan listrik, dapat disekat menjadi dua
kamar dan menampung hingga tujuh orang. Pembangunan
rumah tersebut menciptakan sekitar 500 lapangan kerja
untuk penduduk lokal.
“Organisasi Migrasi International adalah lembaga
antar-pemerintah yang beranggotakan 109 negara.
“Pada hari Senin depan, Cook dan Penjabat Gubernur
Aceh, Azwar Abu Bakar, akan mengadakan upacara serah
terima 14 rumah pertama serta menyerahkan kunci kepada
pemilik baru.
“Secara keseluruhan, Pemerintah Queensland telah
memberi sumbangan A$10 juta untuk bantuan tsunami.
“Pada bulan Januari kami menyumbang secara total A$1,5
juta kepada Palang Merah Australia, UNICEF, serta LSM
World Vision dan CARE Australia untuk bantuan
kemanusiaan.
“Sisanya sebanyak A$8,5 juta telah disumbangkan untuk
kegiatan-kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di
Indonesia, Sri Lanka dan Thailand.
“Pemerintah Queensland memberikan bantuan secara total
sejumlah A$4 juta untuk Indonesia.
A$2 juta untuk suatu proposal mengadopsi sebuah desa
di Sri Lanka.
“Sisanya A$1 juta akan digunakan sebagai dana siap
pakai untuk komitmen-komitmen bantuan tsunami lain dan
sebagai cadangan dana.”
“A$1,5 juta akan digunakan untuk bantuan teknis suatu
proyek pengelolaan berkesinambungan sumberdaya pantai
di Thailand.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi:
Elizabeth O'Neill
Counsellor Public Affairs
Kedutaan Besar Australia Jakarta
Tel. (62-21) 2550 5290
Fax. (62-21) 522 7105
E-mail: Elizabeth.O'Neill@dfat.gov.au |