|
Siaran Pers
24 Juni, 2005
Masyarakat Indonesia yang tengah membangun kembali
komunitasnya akan mendapatkan tempat baru yang sangat
penting untuk mengadakan berbagai pertemuan yang
termasuk di dalam proyek terbaru bantuan Australia
untuk tsunami di Indonesia.
Proyek senilai A$3 juta yang akan diselenggarakan di
provinsi Aceh yang porak poranda tersebut akan
membiayai pembangunan meunasah (balai desa) dan
kantor-kantor pemerintahan setempat untuk melayani
masyarakat. Melalui proyek tersebut akan tersedia
fasilitas serba guna dan tempat pertemuan bagi para
pengambil keputusan untuk memperlancar tugas-tugasnya
seperti mengadakan musyawarah dengan masyarakat,
menerbitkan kartu tanda penduduk, membuat perencanaan
desa dan menerbitkan izin membangun.
Membangun kembali meunasah merupakan langkah penting
dalam rangka mengembalikan infrastuktur umum di Aceh
dan menjalankan kembali roda pemerintahan setempat
setelah tragedi gempa bumi dan tsunami pada 26
Desember lalu.
Di banyak tempat, infrastuktur dan kapasitas
pemerintahan setempat telah mengalami kerusakan yang
parah. Meunasah merupakan inti dari masyarakat Aceh
dan pembangunannya kembali akan membantu mengembalikan
struktur sosial dengan memberdayakan pemerintahan
setempat sehingga mampu memberikan pelayanannya dan
membantu masyarakat membangun kembali rumah dan
kehidupannya masing-masing.
Para pejabat desa dan kecamatan menghadapi tugas yang
berat dan proyek ini akan membantu memberdayakan
masyarakat dalam upaya mengembalikan kehidupan mereka
sendiri.
Pembangunan meunasah akan segera dimulai untuk
mempercepat pembangunan kembali provinsi Aceh,
sementara para insinyur dengan biaya dari Pemerintah
Australia yang bekerja sama dengan masyarakat setempat
akan memberikan petunjuk teknis dan pengawasan.
Sebagai tahap awal, Australia akan membangun 66
meunasah di Aceh Besar yang wilayahnya menderita
kerusakan terparah dan keperluan kantor di enam
kecamatan. |