|
Siaran Pers
18
Februari, 2005
Bantuan rehabilitas dan rekonstruksi Australia untuk
wilayah-wilayah yang terkena dampak tsunami merupakan
bagian dari Kemitraan Australia Indonesia untuk
Rekonstruksi dan Pembangunan (Australia Indonesia
Partnership for Reconstruction and Development, AIPRD)
yang diumumkan pada 5 Januari oleh Perdana Menteri
Australia. Dana Kemitraan yang berjumlah A$1 milyar
akan terdiri dari bagian yang sama besar antara hibah
dan pinjaman lunak. Tergantung dari kesepakatan antara
kedua pemerintah, bidang-bidang kerjasama yang
dimungkinkan untuk rehabilitas dan rekonstruksi di
wilayah-wilayah yang terkena dampak tsunami, termasuk
di dalamnya bantuan di bidang kesehatan, pendidikan
dan perlindungan anak, suplai air minum, usaha
produktif, pemerintahan dan manajemen bencana.
Australia telah memberikan komitmen sebesar A$33 juta
untuk tahap tanggap darurat. Bantuan terrsebut
meliputi A$18 juta yang diperuntukkan bagi badan-badan
kunci PBB (UNICEF, OCHA, WHO WFP), dan badan lainnya
di bawah UN Flash Appeal, dan dana melalui LSM-LSM
Australia dan lokal.
Hingga akhir Januari, diperkirakan ada 1036 ton
bantuan kemanusiaan darurat yang diberikan kepada
korban-korban tsunami di Propinsi Aceh dan Sumatra
Utara, termasuk makanan, air minum, obat-obatan,
peralatan untuk membuat barak/kemah. Bantuan tersebut
khususnya disalurkan melalui Angkatan Pertahanan
Australia dan mitra-mitra yang tergabung dalam Pusat
Operasi Gabungan PBB (UN Joint Operations Centers),
sebagaimana juga bantuan untuk penyewaan pesawat
ringan dan perahu.
Fokus utama upaya bantuan Australia ada di bidang
kesehatan dan air minum serta sanitasi, dimana
sebagian besar bantuan diarahkan ke Banda Aceh, dan
juga dalam skala yang lebih kecil ke pantai Barat Laut
yang merupakan bentangan kepulauan Nias, Batu, Banyak
dan Simeulue.
Tahap Tanggap Darurat
Bantuan Tsunami Australia kepada Indonesia pada tahap
tanggap darurat meliputi: Koordinasi dan transportasi
Pengiriman 15 personil AusAID (Badan Australia untuk
Pembangunan Luar Negeri) ke Banda Aceh, Padang, dan
Medan untuk mengkordinasikan bantuan tanggap darurat.
Koordinasi dan transportasi bagi suplai bantuan materi
dan layanan dasar darurat untuk masyarakat yang
menderita dampak tsunami, termasuk layanan sebuah
pesawat 707, empat buah Herkules C-130 dan satu
pesawat I1-76 dan dua buah pesawat Antonov, lengkap
beserta awak pesawat.
Layanan dan bantuan yang diberikan oleh kapal HMAS
Kanimbla, dengan bantuan 250 awak kapal, 150 insinyur,
2 buah Helikopter Sea King, dua Landing Craft serta
peralatan untuk membantu upaya tanggap darurat, serta
Pengiriman peralatan telekomunikasi beserta teknisinya.
Manajemen bencana dan logistik
Pendanaan untuk 8 staf logistik dan 7 staf teknisi
dari Red R, yang dikirimkan bersama WFP, UNJLC dan
UNHCR. Pendanaan bagi 3 personil ahli di bidang
bencana asal Australia yang dikirim bersama United
Nationals Disaster Assessment Coordination (Koordinasi
Evaluasi Bencana PBB); Pendanaan seorang petugas
penghubung manajemen bencana Australia/AusAID - PBB
untuk mendukung pembangunan sistem informasi dan
hubungan antar donor.
Kesehatan
Penyediaan rumah Sakit Darurat Angkatan Pertahanan
Australia yang berkapasitas 90 tempat tidur di Banda
Aceh;
Mengirim 5 tim dokter dan sejumlah 27 ahli medis untuk
memberikan bantuan medis darurat. Empat tim pertama
ditempatkan di RS. Fakinah di Banda Aceh, dan tim
kelima ditempatkan di RS Propinsi Zainoel Abidin.
Penyediaan peralatan medis dan obat-obatan dasar untuk
RS Fakinah dan RS Jiwa di Banda Aceh.
Mendanai satu tim penilai kesehatan di Banda Aceh
termasuk spesialis-spesialis di bidang koordinasi
sektor kesehatan, bantuan psiko-sosial, perlindungan
anak, penyakit infeksi, serta ahli farmasitikal dan
obat-obatan.
Penyediaan vaksin tetanus toxoid dan tetanus
immunoglobin untuk merawat dan mencegah penyakit
tetanus.
Penyediaan obat-obatan untuk RS Pirngandi di Medan
dalam upaya membatu korban tsunami yang telah
diterbangkan dari Banda Aceh.
Pengiriman seorang anggota tim untuk evaluasi sektor
kesehatan yang dipandu oleh WHO.
Suplai air minum dan sanitasi
Penyediaan instalasi pemurnian air di Banda Aceh.
Angkatan Pertahanan Australia telah mendistribusikan 3
juta liter air hingga saat ini.
Pengambilan dan pengiriman 129.000 20L jerigen air ke
Banda Aceh.
Bantuan membersihkan lumpur dan drainase di Zainoel
Abidin dan membangun kembali infrastruktur umum
melalui kelompok Teknisi Angkatan Pertahanan
Australia.
Mendanai seorang ahli spesialis air minum dan sanitasi
untuk melaksanakan evaluasi dan memberikan bantuan
bagi administrasi propinsi dalam menghadapi kebutuhan
segera terhadap air minum dan sanitasi di Aceh.
Pangan dan non-pangan
Bantuan dana kepada WFP untuk pangan darurat, suplai
air minum, dan bantuan logistik operasi bantuan
kemanusiaan dan pendirian Pusat Logistik Gabungan PBB
(UN Joint Logistics Centre).
Bantuan ke Pantai Barat
Bersama WFP, TNT Express dan Care Australia,
melaksanakan pembelian dan transportasi makanan, air
dan obat-obatan dari Medan ke Singkil yang diangkut
lewat truk sumbangan TNT Express, dan didistribusikan
lewat perahu ke kepulauan Simeulue dan Banyak. Menyewa
dua kapal untuk mengirim International Surf Aid
menyewa kapal untuk mengirimkan makanan, air,
peralatan berteduh/kemah dan tenaga medis ke kepulaun
Batu dan Nias.
Sepakat mendanai International Surf Aid menyewa kapal
untuk mengirimkan makanan, air, peralatan berteduh/kemah
dan tenaga medis ke kepulaun Batu dan Nias.
Menyewa dua pesawat terbang ringan untuk membawa
obat-obatan (termasuk obat untuk pencegahan dan
pengobatan malaria ) dan beras ke Sibolga.
Sepakat mendanai International Surf Aid untuk
menyediakan bantuan medis dan pencegahan malaria untuk
waktu yang lebih lama di kepulauan Nias, dan untuk
berkordinasi dengan kegiatan LSM lainnya di sepanjang
pantai Barat, dan Mendanai Care Australia untuk
melaksanakan program berjangka lebih lama guna
membantu masalah air minum dan sanitasi di kepulauan
Simuelue dan Banyak.
Pendidikan
Memberikan sumbangan yang berasal dari dana Australia
untuk sumbangan tanggap darurat yang bernilai A$3 juta
kepada UNICEF, untuk pelaksanaan program 'sekolah
dalam kotak' yang membidik jenjang sekolah dasar baik
sekolah negeri maupun sekolah Islam.
Rehabilitasi
Kegiatan pada tahap rehabilitasi mencakup:
Pendidikan dan Perlindungan Anak
Melalui program Bantuan Pembelajaran AusAID untuk
Sekolah-sekolah Islam (LAPIS, Learning Assistance
Program for Islamic Schools), menyediakan persediaan
and pembelian untuk madrasah di tingkat menegah dan
universitas. Inisiatif pendidikan melalui bantuan
darurat unit LAPIS di Banda Aceh akan bernilai A$2
juta.
Mata Pencaharian
Mengirimkan ahli di bidang usaha untuk memberikan
saran dan opsi untuk peluang di sektor usaha/mata-pencarian,
termasuk memantau perkembangan kebijakan, kebutuhan
segera dan kebutuhan masa depan para pengungsi Aceh
dan pemetaan keterlibatan lembaga-lembaga PBB,
masyarakat madani dan pemerintah.
Gubernur
Menyediakan ahli rencana strategis dan komunikasi,
termasuk jasa penerjemahan untuk membantu BAPPENAS
mempersiapkan strategy rehabilitasi dan rekonstuksi.
Melibatkan penasehat dari pihak pemerintah untuk
melaksanakan evaluasi menyeluruh mengenai kerusakan
terhadap infrastruktur pemerintah di seluruh propinsi
Aceh, dengan penekanan khusus pada dampak dari bencana
terhadap sumber daya manusia.
Kesehatan, Air Minum dan Sanitasi
Menyelesaikan penilaian cepat gabungan dengan
pemerintah Indonesia dan Jerman untu menentukan
kebutuhan rekonstruksi di RS Propinsi Zainoel Abidin
di Banda Aceh.
Mendanai tim medis Australia/Indonesia sejumlah 30
orang untuk 3 bulan di RS Propinsi Zainoel Abidin di
Banda Aceh. Tim ini pada akhirnya akan menggantikan
Angkatan Pertahanan Australia yang beroperasi di rumah
sakit.
Membantu pembangunan kembali jaringan distribusi
pembelian dan suplai obat-obatan di Banda Aceh dengan
menyediakan infrastruktur vital dan sumbar daya
manusia, termasuk menyewa sebuah rumah sebagai gudang
obat sementara.
Mendukung perbaikan layanan pemerintah di bidang
kesehatan jiwa dengan melibatkan seorang ahli dukungan
trauma psiko-sosial untuk mengadakan penilaian
mengenai rumah sakit jiwa dan kebutuhan kesehatan jiwa
secara lebih luas di Banda Aceh, termasuk penyediaan
pengobatan dasar. Selain itu, sebuah tim terdiri dari
14 ahli psiko-sosial dan ahli kesehatan jiwa Indonesia
(dari Bali) telah dikirim untuk bekerja di rumah sakit
jiwa untuk membantu staf dalam menyediakan layanan
klinis.
Membantu perbaikan layanan maternal dengan melibatkan
spesialis kesehatan maternal untuk melaksanakan
penilaian cepat terhadap kebutuhan maternal, dengan
menitikberatkan pada kemampuan para bidan di Propinsi
Aceh;
Mendukung fasilitator layanan kesehatan komunitas
untuk membantu departemen kesehatan di tingkat pusat
dan propinsi dan lembaga profesional nasional untuk
mengumpulkan dan menilai data tentang tingkatan dan
kemampuan jajaran pekerja kesehatan komunitas;
Mendukung keterlibatan pemerintah dalam pemantauan
penyakit infeksi, dan kontrol prokurmen dengan
menempatkan ahli penyakit infeksi dengan seorang
Mentor, serta mempekerjakan sebuah LSM di bidang
pencegahan malaria;
Rencana penggantian para sukarelawan Australia di Aceh
yang bekerja di bidang kesehatan, suplai air bersih
dan kebutuhan sanitasi.
Halaman ini diterbitkan pada 18 Februari, 2005. |