|
Tepat pukul 8 pagi
pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi dengan kekuatan 9.0
pada Skala Richter terjadi di Samudra India dengan pusat gempa
berada hanya 150 Kilometer dari pantai Aceh. Satu jam kemudian,
gelombang tsunami raksasa datang dan menghantam pantai Aceh dan
pulau Nias di Sumatra Utara, bahkan di sejumlah tempat gelombang itu
mampu menjangkau hingga beberapa kilometer menerobos daratan.
Akibatnya adalah kehancuran, dimana lebih 200 ribu penduduk
tewas dan hilang, sementara itu lebih 100 ribu penduduk
kehilangan tempat tinggal yang memberi dampak kehancuran terhadap
ekonomi dan bisnis. Tsunami ikut pula menyapu lahan pertanian hingga
tertutup lumpur dan air asin, sementara itu layanan kesehatan dan
pendidikan terhenti total di sejumlah wilayah yang terkena dampak, bahkan
depatemen pemerintah tak berdaya mengatasi akibat hilangnya
sejumlah pegawai dan hancurnya infrastruktur.
Dokumen-dokumen berikut ini adalah
berbagai respon terhadap bencana, masa darurat,
serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh
kembali. |